Home Tanya JawabApa Hikmah Adanya Malaikat dalam Al-Qur’an dengan Sifat Kewanitaan?

Apa Hikmah Adanya Malaikat dalam Al-Qur’an dengan Sifat Kewanitaan?

Ash-shaaffaat di sini maksudnya adalah satu jamalah (sekelompok) yaitu "Demi satu kelompok rombongan yang bershal shaf dengan sebenar-benarnya.

by Abu Umar
0 comments 223 views

Pertanyaan: Banyak disebutkan dalam al-Qur’an bahwa Malaikat bersifat feminim seperti الشاباتنا “Demi (rombongan) yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya.” (QS ash-Shaffaat 1) dan tidak berkata والقانون ما. Apa hikmah di balik itu?

Jawaban: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Malaikat والشابات منا “Demi (rombongan) yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya.” (QS. ash-Shaaffaat: 1)

Dan Allah juga berfirman tentang mereka

وَإِنَّا لَنَحْنُ الضَّافُونَ (١٦٥) وَإِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُونَ (١٦٦)

“Dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menu naikan perintah Allah). Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah).” (QS. Ash-Shaaffaat: 165-166)

BACA JUGA:  Ketika Malaikat Jibril Mendatangi Nabi

Ash-shaaffaat di sini maksudnya adalah satu jamalah (sekelompok) yaitu “Demi satu kelompok rombongan yang bershal shaf dengan sebenar-benarnya. Karena malaikat itu adalah pasukan yang besar, yang tidak diketahui jumlahnya kecuali oleh Penciptanya Nabi shallallahu ‘akahi wa sallam bersabda:

أنتِ السَّمَاءُ وحق لها أن فقط مَا مِنْ مَوْضِعِ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَفِيْهِ مَلَكَ قَالَمُ اللَّهِ أَوْ رَاكِعُ أَوْ صَاحِدٌ

“Langit mengeluh dan dia berhak untuk mengeluh, karena tidak ada tempat sebesar empat jari kecuali ditempati malaikar yang beribadah kepada Allah dalam keadaan berdiam, ruku, atau sujud.” (Dikeluarkan ar-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Sedangkan langit itu luas: وَالسَّمَاء بَيْنَاهَا بأيد وَإِنَّا لَمُوسِعُون “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya,” (QS. adz-Dzaariyaat 47) tidak ada tempat sebesar empat jari kecuali di situ ada Malaikat, lalu siapa yang dapat menghitungnya selain Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Kemudian telah shahih bahwa “Baitul Makmur di langit ketujuh, setiap hari ada Malaikat yang berthawaf dan memasukinya, setiap hari tujuh puluh ribu Malaikat dan tidak kembali lagi kepadanya sampai Han Kiamat.” Dikeluarkan oleh Muslim.

BACA JUGA:  Apa Makna Hadist: ‘Tidaklah Seorang Hamba yang Mengucapkan Kalimat Laa Ilaaha Illaallah Kemudian Meninggal di Atas Hal Itu Kecuali Masuk Surga

Siapa yang bisa menghitung jumlah ini? Oleh karena itu datang shaffaati dan yang sepertinya dalam bentuk perempuan. Sebagai ungkapan kelompok bukan sebagai individu. Karena itu jika datang lafazh ‘shaaffuuna maka yang dimaksud dengan ‘shaaffaat’ adalah jama’ah/kelompok. Setiap jama ah terdiri dari individu-individu.

(Liqaa’aat al-Baabil Maftuuh no. 439) []

Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119