Al-Bukhari menuturkan, Yahya bin Musa bercerita kepada kami, Walid bercerita kepada kami, Ibnu Jabir bercerita kepada kami, Batar bin Abdurrahman Al-Hadhrami bercerita kepadaku, Abu Idris Al-Khaulani bercerita kepadaku, bahwa ia mendengar Hudzaifah bin Yaman berkata, “Orang-orang bertanya tentang kebaikan kepada Rasulullah, sementara aku bertanya tentang keburukan kepada beliau karena khawatir akan mengenaiku. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, dahulu kami berada pada masa jahiliyah dan keburukan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?”
Beliau menjawab, ‘Ya.’
Aku bertanya lagi, ‘Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?”
Beliau menjawab, ‘Ya, akan tetapi ada cacatnya!”
Aku bertanya, ‘Apa cacatnya?’
Beliau menjawab, ‘Suatu kaum yang berpedoman pada selain petunjukku.
BACA JUGA: Generasi-generasi Terbaik dan Hadist-hadist tentang Waktu Kiamat
Kamu tahu mereka tapi kamu ingkari.’
Aku bertanya, ‘Apakah setelah kebaikan itu akan ada keburukan?”
Beliau menjawab, “Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu Jahanam. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan ke dalamnya.”
Aku bertanya, “Wahai Rasulullah! Sebutkan ciri-ciri mereka!”
Beliau menjawab, “Mereka berasal dari kaum kita dan berbicara dengan bahasa kita.”
Aku bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika hal itu menjumpaiku?”
Beliau menjawab, “Tetaplah bersama jamaah kaum muslimin dan pemimpin mereka.”
Aku bertanya, “Jika mereka tidak punya pemimpin ataupun jamaah kaum muslimin?”
Beliau menjawab, “Jauhilah semua kelompok-kelompok itu meski kau menggigit akar pohon, hingga kematian datang kepadamu dan kau berada dalam kondisi seperti itu.” (Shahih Muttafaq alaih, HR. Al-Bukhari (7084) dan Muslim Aitabı, kepemimpinan, hadits nomor 511)
Selanjutnya Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Mutsanna, dari Walid bin Muslim, dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, dengan matan yang sama dan serupa.
Islam Kembali Terasing Seperti Saat Pertama Datang
Disebutkan dalam kitab Ash-Shahih, dari hadits A’masy, dari Abu Ishaq, dari Abu Ahwash, dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah bersabda:
إِنَّ الإِسْلامَ بَداً غَرِيباً وَسَيَعُودُ غَرِيباً كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Sungguh, Islam pertama kali datang dalam keadaan terasing, dan akan kembali terasing seperti saat pertama kali. Beruntunglah bagi orang-orang yang terasing.”
Beliau ditanya, “Siapa orang-orang terasing itu?” Rasulullah bersabda:
النَّزَائِحُ مِنَ الْقَبَائِلِ
“Orang-orang yang memisahkan diri dari kabilah-kabilah.” (Shahih: HR. Muslim (kitab; iman, hadits nomor 232), At-Tirmidzi (V/2629), Ibnu Majah (II/3986), Ahmad )11/389( طرق artinya kebaikan dan keindahan. Juga diartikan surga dan sebuah pohon yang ada di dalamnya الرائم riwayat Ibnu Majah menyebut النزاع maksudnya orang-orang terasing yang menjauhi keluarga dan kabilah karena Allah)
Ibnu Majah juga meriwayatkan hadits ini dari Anas dan Abu Hurairah.
Terpecahnya Seluruh Umat
Ibnu Majah menuturkan, Abu Bakar bin Abu Syaibah bercerita kepada kami, Muhammad bin Bisyr bercerita kepada kami, Muhammad bin Amr bercerita kepada kami, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
تَفَرَّقَتِ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وتَفَرَّقَتْ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً
“Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan.” (HR. Ibnu Majah (II/3991), Abu Dawud (IV/4596), At-Tirmidzi (V/2640), Ahmad (II, hal: 232). At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”)
Abu Dawud juga meriwayatkan hadits ini dari Wahab bin Taqiyah, dari Khalid, dari Muhammad bin Amru, dengan matan yang sama.
Petunjuk Kenabian bahwa Berbagai Fitnah akan Memecah Belah Umat, dan Tetap Bersama Jamaah adalah Jalan Keselamatan
Ibnu Majah menuturkan, Amr bin Utsman bin Sa’id bin Kuraisy bin Dinar Al-Himashi bercerita kepada kami, Ubbad bin Yusuf bercerita kepada kami, Shafwan bin Amr bercerita kepada kami, dari Rasyid bin Sa’ad, dari Auf bin Malik, Rasulullah bersabda:
افْتَرَقَتِ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَإِحْدَى وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةً فِي الْجَنَّةِ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ
فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَتَنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ، قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ
قالَ: الجَمَاعَةُ
“Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan; satu kelompok berada di surga dan tujuh puluh kelompok lainnya berada di neraka. Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu kelompok berada di neraka, dan satu kelompok berada di surga. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan; satu berada di surga dan tujuh puluh dua berada di neraka.” Beliau ditanya. “Wahai Rasulullah! Siapakah gerangan mereka itu?” Beliau menjawab, “Jamaah.” (HR. Ibnu Majah (1/3992)
BACA JUGA: Rahasia Alam Kubur: Bagaimana Keadaan Manusia Setelah Meninggal?
Hanya Ibnu Majah yang meriwayatkan hadits ini. Sanadnya hasan.
Ibnu Jamaah juga menuturkan. Hisyam-bin Amir-bercerita kepada kami. Walid bin Muslim bercerita kepada kami, Abu Amr bercerita kepada kami, Qatadah juga bercerita kepada kami, dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, “Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya berada di neraka, kecuali satu, yaitu jamaah.” (HR Ibnu Majah (II/3393)
Sanad hadits ini bagus dan kuat, sesuai syarat kitab Shahih. Dan hanya Ibnu Majah yang meriwayatkan hadits ini.
Abu Dawud menuturkan, Ahmad bin Hanbal dan Muhammad bin Yahya bercerita kepada kami, keduanya berkata; Abu Mughirah bercerita kepada kami. Shafwan-bin Amr-bercerita kepada kami, Azhar bin Abdullah Al-Harari bercerita kepada kami, Ahmad menuturkan, diriwayatkan dari Abu Amir Al-Haurani, dari Muawiyah bin Abi Sufyan, bahwa ia berkata, “Ketahuilah! Rasulullah suatu ketika berdiri di antara kami dan bersabda, ‘Ketahuilah! Ahli Kitab sebelum kalian terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan; tujuh puluh dua berada di neraka, dan satu golongan berada di surga, yaitu jamaah.” (HR. Abu Dawud (IV/4547) []
Sumber: Bencana dan Perangan Akhir Zaman (An-nihayah fil fitan wal malähim) / Penulis: Ibnu Katsir / Penerbit: Ummul Qura / Cetakan 1: Mei 2015 M/Sya’ban 1435 H
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

