Adalah Khadijah yang percaya pada Rasulullah Muhammad ketika tidak ada yang melakukannya.
Khadijah-lah yang menghiburnya di saat-saat paling sulit.
Kehadirannya merupakan penghiburan besar bagi Nabi.
BACA JUGA: Khadijah Melamar Nabi yang Mulia
Ketika kaum Quraisy memunggunginya, Khadijah memberikan semua kekayaannya untuk mendukung Nabi. Bersama-sama mereka membesarkan sebuah keluarga beranggotakan enam orang, termasuk empat putri.
Ketika Nabi dan keluarganya dibuang ke perbukitan di luar Makkah, Khadijah menemaninya .
Setelah tiga tahun kesulitan dan kekurangan, Khadijah dipanggil Allah SWT. Nabi Muhammad sangat berduka, dan bahkan setelah kematiannya, Nabi senantiasa mengirimkan makanan dan dukungan kepada teman dan kerabat Khadijah, karena cinta padanya.
Cinta mereka begitu besar bahkan istri-istrinya yang lain terkadang merasa iri karenanya. Suatu ketika Aisyah bertanya mengapa Nabi sangat mencintai Khadijah.
Nabi menjawab, “Dia percaya padaku ketika tidak ada orang lain yang percaya padaku; dia menerima Islam ketika orang menolakku; dan dia membantu dan menghiburku ketika tidak ada orang lain yang membantuku. ” (HR Al-Bukhari).
BACA JUGA: Siapa Khadijah, Istri Nabi ﷺ yang Pertama?
Nabi Muhammad sangat berduka setelah kematiannya sehingga dia menyebut tahun itu dalam hidupnya “Tahun kesedihan”. Nabi Dia tidak pernah melupakannya.
Sementara warisannya terus hidup hingga saat ini, sebagai simbol bagi tokoh-tokoh wanita Muslim terkemuka, kisah cinta antara dirinya dan Nabi tetaplah satu-satunya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

