Para ulama menjelaskan apabila seseorang bertransaksi dengan cara yang riba, maka dosanya ditimpakan kepada pelaku transaksi, bukan kepada pihak ketiga yang mengambil barang tersebut dengan cara yang halal, seperti hadiah, jual beli dan lainnya.
Imam Nawawi berkata ketika mensyarah hadits tentang hadiah Barirah (akan datang teks hadistnya dibawah) kepada Rasulullah ﷺ:
BACA JUGA: Saat Riba Merajalela
دليل على أنه إذا تغيرت الصفة، تغير حكمها
“Ini adalah dalil ketika sifat transaksi berubah, maka hukumnya pun berubah.” (Al-minhaj : 9/121)
Sehingga ketika anda mendapatkan barang tersebut dengan jual beli yang sah, maka barang tersebut halal menjadi milik anda.
Tambahan editor:
Hadits Barirah (yaitu ketika Barirah diberi sedekah berupa daging, lalu daging itu Barirah hadiahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)
Diriwayatkan oleh Anas Bin Malik, beliau berkata :
أُتِيَ النَّبِيُّ بِلَحْمٍ, فَقِيْلَ: تُصُدِّقَ عَلَى بَرِيْرَةٍ. قَالَ: هُوَ لَهَا صَدَقَةٌ وَلَنَا هَدِيَّةٌ
Didatangkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam daging, lalu dikatakan:
“Daging ini disedekahkan untuk Barirah.”
Beliau menjawab, “Untuk Barirah ini sedekah, tapi bagi kita ini hadiah.”
(HR. Al-Bukhari no. 2577)
BACA JUGA: Hikmah Diharamkannya Riba
Wallahu a’lam, Wabillahit taufiq. []
Dijawab dengan ringkas oleh: Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jum’at, 10 Shafar 1441 H / 08 Oktober 2019 M
Bimbingan Islam
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

