Sedekah tidak selalu harus diberikan kepada orang lain atau disalurkan melalui lembaga sosial. Ada kebaikan yang setiap hari bisa kita lakukan di rumah, bahkan menjadi kewajiban kita, yaitu memenuhi kebutuhan keluarga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ يَحْتَسِبُهَا فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ
“Apabila seseorang memberikan nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala dari Allah, maka nafkah itu bernilai sedekah baginya.” (HR. Bukhari no. 55).
BACA JUGA: Hadist: Perkara Seorang Muslim, Pasti Selalu yang Terbaik
Hadis ini mengajarkan bahwa aktivitas mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga bukan sekadar urusan duniawi. Jika dilakukan dengan niat yang benar, semua itu dapat menjadi ibadah yang mendatangkan pahala.
Niat mengubah kebiasaan menjadi ibadah
Seorang suami yang bekerja untuk menyediakan makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan keluarganya mungkin terlihat sedang menjalankan rutinitas biasa. Namun, ketika ia melakukannya karena Allah, dengan niat menunaikan tanggung jawab dan mencari keridaan-Nya, setiap pengorbanannya bernilai ibadah.
Begitu pula seorang istri atau anggota keluarga yang mengeluarkan hartanya untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Selama dilakukan sesuai tuntunan syariat dan dengan niat mengharap pahala, pengeluaran tersebut dapat bernilai sedekah.
Jangan meremehkan nafkah keluarga
Terkadang seseorang begitu bersemangat bersedekah kepada orang lain, tetapi lupa bahwa keluarga sendiri memiliki hak yang harus dipenuhi. Padahal, menafkahi keluarga merupakan tanggung jawab yang besar dalam Islam.
BACA JUGA: Hadist: Hina dan Rendahnya Dunia
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa nafkah yang diberikan seseorang kepada keluarganya merupakan pengeluaran yang besar pahalanya apabila diniatkan karena Allah.
Karena itu, jangan merasa bahwa uang yang dikeluarkan untuk membeli beras, membayar kebutuhan sekolah anak, menyediakan pakaian, atau memenuhi kebutuhan rumah tangga hanyalah pengeluaran biasa.
Selama diperoleh dengan cara halal, diberikan secara patut, dan disertai niat yang ikhlas, insya Allah semuanya menjadi ladang pahala.
Jadikan setiap nafkah sebagai sedekah. Jangan hanya menghitung berapa banyak harta yang telah dikeluarkan, tetapi perhatikan pula niat ketika memberikannya. Sebab, sesuatu yang tampak sederhana di mata manusia bisa menjadi amal yang besar di sisi Allah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

