Home » Memahami Hakikat Nadzar: Tidak Mengubah Takdir, tetapi Wajib Ditunaikan

Memahami Hakikat Nadzar: Tidak Mengubah Takdir, tetapi Wajib Ditunaikan

by haura nurbani
0 comments 90 views

Nadzar merupakan salah satu bentuk komitmen seorang hamba kepada Allah ﷻ untuk melaksanakan suatu amalan tertentu. Namun, seorang Muslim perlu memahami hakikat nadzar dengan benar agar tidak terjerumus ke dalam keyakinan bahwa nadzar dapat mengubah takdir atau memastikan terwujudnya keinginan yang belum ditetapkan oleh Allah.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa nadzar tidak dapat menolak takdir. Nadzar bukanlah cara untuk memengaruhi ketetapan Allah, melainkan sesuatu yang terkadang dilakukan seseorang karena mengharapkan tercapainya keinginannya. Oleh sebab itu, pembahasan tentang nadzar perlu disertai pemahaman mengenai niat, keyakinan, dan kewajiban menunaikannya.

BACA JUGA: Jika Masih Ada yang Bertanya, “Di Manakah Allah?”

Hadis tentang Larangan Bernadzar

Imam al-Bukhari رحمه الله meriwayatkan hadis tentang nadzar dalam Kitab al-Qadar, pada bab Ilqa’ an-Nadzr al-‘Abda ila al-Qadar, sebagaimana disebutkan dalam rujukan naskah, jilid VIII, halaman 125.

Dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya beliau melarang nadzar dan bersabda, ‘Sesungguhnya nadzar itu tidak dapat menolak sesuatu, tetapi dengannya sesuatu dikeluarkan dari orang yang bakhil.’”

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah dengan redaksi dan penempatan bab yang berbeda.

Hadis tersebut menjelaskan bahwa nadzar tidak dapat mengubah ketetapan Allah ﷻ. Seseorang tidak seharusnya bernadzar dengan keyakinan bahwa nadzar itu dapat mengalihkan takdir atau mendatangkan sesuatu yang tidak ditetapkan baginya.

Nadzar Tidak Dapat Mengubah Takdir

Imam Muslim meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ:

“Janganlah kalian bernadzar, karena sesungguhnya nadzar tidak dapat memberikan pengaruh sedikit pun terhadap takdir.”

Maksudnya, nadzar tidak dapat mengubah ketetapan Allah ﷻ. Apa yang telah Allah tetapkan akan terjadi sesuai dengan kehendak dan ketentuan-Nya. Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak menjadikan nadzar sebagai sarana untuk memaksa terwujudnya keinginan atau menghindarkan diri dari sesuatu yang telah ditakdirkan.

Terkadang seseorang bernadzar ketika menghadapi kesulitan atau menginginkan suatu kebaikan. Ia berjanji akan bersedekah atau melakukan amalan tertentu apabila keinginannya terwujud. Padahal, terwujudnya keinginan tersebut bukan disebabkan oleh nadzar yang mampu mengubah takdir, melainkan karena ketetapan dan kehendak Allah ﷻ.

Nadzar dan Sifat Bakhil

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa nadzar dapat menjadi sesuatu yang dikeluarkan dari orang yang bakhil. Hal ini karena seseorang terkadang enggan mengeluarkan sedekah atau melakukan kebaikan secara sukarela, kecuali apabila keinginannya terpenuhi.

Ia kemudian bernadzar akan memberikan sesuatu jika memperoleh apa yang diharapkannya. Dengan demikian, nadzar menjadi alasan baginya untuk mengeluarkan harta atau melakukan amalan yang sebelumnya tidak ingin ia lakukan.

Hadis tersebut mengingatkan bahwa seorang Muslim hendaknya membiasakan diri berbuat baik dengan ikhlas, bukan semata-mata karena mengharapkan imbalan atau tercapainya keinginan duniawi.

Kewajiban Menunaikan Nadzar

Meskipun nadzar tidak dapat mengubah takdir, bukan berarti nadzar yang telah diucapkan boleh diabaikan. Nadzar dalam ketaatan kepada Allah ﷻ wajib ditunaikan sesuai dengan ketentuan syariat.

Apabila seseorang bernadzar akan bersedekah jika suatu keinginannya terwujud, kemudian keinginan itu benar-benar tercapai, ia wajib menunaikan nadzarnya apabila nadzar tersebut sah dan memenuhi ketentuan syariat.

Adapun nadzar untuk melakukan kemaksiatan tidak boleh ditunaikan. Karena itu, seseorang perlu memahami jenis nadzar yang diucapkannya dan berkonsultasi kepada ahli ilmu apabila tidak mengetahui ketentuan hukumnya.

BACA JUGA: Pentingnya Sanad dalam Menjaga Keaslian Hadits

Meluruskan Niat dan Keyakinan

Sebagian orang mungkin menganggap bahwa nadzar menjadi penyebab langsung terhindarnya seseorang dari musibah atau tercapainya suatu keinginan. Padahal, Allah ﷻ sajalah yang memiliki kekuasaan untuk memberikan manfaat dan menimpakan mudarat.

Seorang Muslim hendaknya memohon pertolongan kepada Allah melalui doa, memperbanyak amal saleh, dan bertawakal kepada-Nya. Jika telah mengucapkan nadzar dalam ketaatan, ia harus menunaikannya sesuai dengan tuntunan agama.

Dengan memahami hakikat nadzar, kita dapat menjaga kemurnian tauhid, menjauhi keyakinan yang keliru tentang takdir, dan membiasakan diri beramal saleh dengan ikhlas karena Allah ﷻ. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119