Home » Jika Masih Ada yang Bertanya, “Di Manakah Allah?”

Jika Masih Ada yang Bertanya, “Di Manakah Allah?”

by Abu Umar
0 comments 83 views

Di antara perkara mendasar dalam akidah Islam adalah mengenal Allah melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan sunah Rasulullah ﷺ. Seorang mukmin tidak menetapkan sesuatu tentang Allah berdasarkan dugaan, melainkan berpegang pada wahyu dan pemahaman para ulama yang mengikuti petunjuk generasi salaf.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله menjelaskan dalam kitab Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah bahwa keimanan kepada Allah mencakup pembenaran terhadap berita yang Allah sampaikan dalam kitab-Nya, berita dari Rasulullah ﷺ yang sahih, serta keterangan yang disepakati oleh para ulama salaf.

Di antara perkara yang beliau jelaskan adalah bahwa Allah Mahatinggi di atas makhluk-Nya dan bersemayam di atas ‘Arsy, sebagaimana yang layak bagi keagungan-Nya. Pada saat yang sama, Allah senantiasa bersama makhluk-Nya dengan ilmu, pengawasan, dan pengetahuan-Nya yang meliputi segala sesuatu.

BACA JUGA: Semua Takdir yang Allah Tetapkan Itu Baik

Allah ﷻ berfirman,

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَا ۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ۗ ۝٤

huwalladzî khalaqas-samâwâti wal-ardla fî sittati ayyâmin tsummastawâ ‘alal-‘arsy, ya‘lamu mâ yaliju fil-ardli wa mâ yakhruju min-hâ wa mâ yanzilu minas-samâ’i wa mâ ya‘ruju fîhâ, wa huwa ma‘akum aina mâ kuntum, wallâhu bimâ ta‘malûna bashîr 

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hadid: 4).

Ayat ini menegaskan keluasan ilmu dan pengawasan Allah. Kebersamaan Allah dengan hamba-Nya tidak berarti bahwa Allah bercampur atau menyatu dengan makhluk-Nya. Allah Mahatinggi di atas seluruh makhluk, sementara ilmu-Nya meliputi segala sesuatu; tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya.

Adapun istilah mutawatir, yang disebut dalam pembahasan tersebut, adalah riwayat yang disampaikan oleh sejumlah besar periwayat pada setiap tingkatan sanad, sehingga menurut kaidah ilmu hadis, mereka tidak mungkin bersepakat untuk berdusta.

BACA JUGA: Yakinlah, Rezekimu Telah Diatur oleh Allah, Tugasmu adalah Berikhtiar

Karena itu, ketika membahas sifat-sifat Allah, hendaknya kita berpegang pada dalil yang sahih, memahami maknanya sesuai penjelasan ulama yang tepercaya, serta menghindari penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya.

Allah Mahatinggi, ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, dan tidak ada satu pun keadaan kita yang luput dari pengetahuan serta pengawasan-Nya.

Semoga Allah meneguhkan kita di atas akidah yang benar dan menjadikan ilmu sebagai jalan untuk semakin mengenal, mencintai, dan mengagungkan-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119