Home » Ketika Iman Dicabut, Manusia Kembali ke Zaman Jahiliah

Ketika Iman Dicabut, Manusia Kembali ke Zaman Jahiliah

by haura nurbani
0 comments 11 views

KETIKA iman telah dicabut dari hati manusia, kehidupan di bumi akan mengalami perubahan yang sangat besar. Tidak ada lagi orang yang menjaga keimanan dan kebaikan, sehingga manusia kembali pada kehidupan yang jauh dari petunjuk Allah. Bahkan, keadaan tersebut digambarkan lebih dahsyat daripada masa kejahiliahan.

Bagaimana keadaan manusia ketika hal itu terjadi? Dalam sejumlah hadis, Rasulullah ﷺ menceritakan keadaan manusia pada akhir zaman, ketika orang-orang beriman telah diwafatkan dan orang-orang yang tersisa kembali menyembah berhala serta melakukan berbagai kemungkaran.

1. Manusia Kembali kepada Kejahiliahan

Kalau Islam dihapuskan, Alquran dihilangkan, dan angin yang sejuk mencabut nyawa semua orang yang di hatinya ada iman sekecil apa pun, maka kemanusiaan akan kembali kepada Kejahiliahan, bahkan lebih dahsyat daripadanya. Setan dipatuhi dan berhala disembah.

BACA JUGA: Tanda-tanda Besar Kiamat yang Urutannya Belum Diketahui

banner

Dalam hadis Abdullah ibn Amr di dalam Shahih Muslim, Rasulullah ﷺ menceritakan kepada kita apa yang akan terjadi setelah kematian Isa a.s., di akhir zaman: “Kemudian Allah mengirimkan angin yang dingin dari arah Siria, sehingga tidak tersisa di muka bumi seorang pun yang di dalam hatinya terdapat sebutir zarah kebaikan atau keimanan. Semuanya mati. Bahkan kalau ada di antara mereka yang masuk ke dalam gunung, maka angin itu akan masuk kepadanya dan mencabut nyawanya.”

Abdullah ibn Amr berkata, “Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tinggallah orang-orang jahat dalam keringanan burung dan mimpi-mimpi binatang buas. Mereka tidak mengetahui kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Setan membuat peraturan dan berkata, “Apakah kalian akan patuh?” Mereka menjawab, “Apa yang Anda perintahkan?” Setan memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Pada waktu itu rezeki mereka berlimpah ruah dan kehidupan mereka sejahtera. Kemudian ditiuplah sangkakala.'”

2. Berhala Kembali Disembah

Di antara berhala yang disembah adalah Dzulkhilshah, Thaghiyah Daus, Lata dan Uzza. Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sampai tangan dan kaki perempuan suku Daus menari di hadapan Dzulkhilshah, yaitu berhala yang disembah di zaman Jahiliah.”

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan bahwa Aisyah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Malam dan siang tidak akan hilang sampai Lata dan Uzza disembah.”

Aisyah berkata, “Ya Rasulullah ﷺ, saya menyangka, ketika Allah Swt. menurunkan ayat, ‘Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama kebenaran agar dia memenangkannya atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya,’ 162 maka itu telah selesai.”

Beliau bersabda, “Hal itu akan terjadi sesuai kehendak Allah, kemudian Allah menghembuskan angin yang sejuk, lalu meninggallah semua orang yang dalam hatinya ada sebiji keimanan, dan tinggallah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan. Mereka lalu kembali kepada agama leluhur mereka.”

3. Akhlak Manusia Menjadi Sangat Bejat

Di zaman itu, akhlak akan menjadi sangat bejat. Al-Bazzar dalam Musnadnya dan Ibn Hibban dalam Shahihnya meriwayatkan dari Abdullah ibn Umar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

“Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang bersenggama di jalan seperti keledai.”

Abdullah ibn Umar bertanya, “Itu sungguh terjadi?”

Beliau ﷺ menjawab, “Ya, itu sungguh akan terjadi.”

BACA JUGA: Jumlah Besar dan Fitnah Ya’juj dan Ma’juj

Hadis ini mempunyai penguat pada riwayat al-Hakim, yaitu sebuah hadis marfu’ dari Abu Hurairah,

“Demi Zat Yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kiamat tidak akan terjadi hingga seorang laki-laki meniduri seorang wanita di jalanan. Orang yang paling baik saat itu adalah orang yang berkata, ‘Hai, mengapa tidak kamu lakukan di belakang tembok ini?'” 16

4. Kiamat Terjadi atas Orang-Orang Jahat

Hadis tersebut juga diperkuat oleh hadis an-Nawwas ibn Sam’an dalam hadisnya yang panjang tentang Dajal serta Ya’juj dan Ma’juj. Pada akhir hadis ini dikatakan,

“Saat mereka dalam keadaan seperti itu, Allah mengirimkan angin yang sejuk yang berhembus di bawah ketiak mereka dan mengambil nyawa seluruh orang mukmin dan muslim. Tinggallah orang-orang jahat yang bersenggama seperti keledai. Pada merekalah kiamat terjadi.”

(HR. Muslim, Ahmad, dan al-Hakim) []

Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi  / Cetakan 1, Mei 2002

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119