Home » Jumlah Besar dan Fitnah Ya’juj dan Ma’juj

Jumlah Besar dan Fitnah Ya’juj dan Ma’juj

Ketika tidak ada lagi yang tersisa kecuali satu orang di benteng atau di kota, seseorang dari mereka berkata, “Penduduk bumi sudah kita habisi, tinggal penduduk langit.”

by Abu Umar
0 comments 71 views

Dalam riwayat Ibnu Hajar disebutkan, “Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tiada seorang pun memiliki kekuatan untuk memerangi mereka.” (147 Shahih Muslim, IV, hlm. 2555, no. 2937).

Penyebab tidak ada seorang pun yang sanggup menghadapi mereka adalah jumlah mereka yang sangat banyak. Bukti banyaknya jumlah mereka adalah orang-orang muslim membakar senjata mereka setelah kekalahan Ya’juj dan Ma’juj selama tujuh tahun. Dalam Sunan At-Tirmidzi disebutkan, “Orang-orang Islam akan membuat perapian dari senjata-senjata mereka selama tujuh tahun.” Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya. (148 Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, IV, hlm. 579, no. 1940).

Hadis-hadis ini dan banyak hadis yang serupa menunjukkan bahwa peradaban besar yang telah menciptakan kekuatan bom dan torpedo yang dahsyat ini akan hilang dan lenyap. Dugaan terkuat adalah mereka akan saling menghancurkan sendiri, dan kemanusiaan akan kembali seperti semula, berperang di atas kuda dengan menggunakan panah, tombak, dan yang sejenisnya. Wallahu a’lam.

BACA JUGA: Memegang Bara Api di Akhir Zaman

Dalam Sunan At-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Hibban, Mustadrak Al-Hakim, dan Musnad Ahmad diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj menggali setiap hari. Ketika mereka nyaris melihat sinar matahari, berkatalah orang yang di atas mereka, ‘Kembalilah dan kita akan menggalinya lagi besok.’ Allah lalu mengembalikannya lebih rapat dari semula, hingga mereka sampai ke tenggat mereka dan Allah berkehendak untuk membangkitkan mereka kepada manusia.

Mereka menggali sampai ketika nyaris melihat cahaya matahari. Pemimpin mereka berkata, ‘Kembalilah, kita akan menggalinya lagi besok.’ Hari berikutnya mereka kembali dan keadaannya sama seperti pada hari mereka meninggalkannya. Maka mereka menggalinya dan keluar kepada manusia.

Mereka mengeringkan air. Orang-orang berlindung dari mereka di benteng-benteng. Lalu mereka membidikkan panah-panah mereka ke langit dan panah-panah itu kembali dalam keadaan penuh darah. Maka mereka berkata, ‘Telah kita kalahkan penduduk bumi dan sudah kita tundukkan penduduk langit.’

Allah lalu mengirim ulat-ulat ke leher mereka dan mereka tewas karenanya.”

Rasulullah ﷺ bersabda, “Demi Zat Yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya hewan-hewan melata (ulat-ulat—peny.) itu menjadi gemuk berkat daging-daging mereka.”

(Sanadnya sahih. Al-Hakim berkata tentangnya, “Sahih menurut syarat Bukhari dan Muslim,” dan itu disetujui oleh Adz-Dzahabi. Al-Albani berkata, “Hadis ini sebagaimana yang mereka berdua katakan.” Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, IV, hlm. 313, no. 1735).

Dalam Sunan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Hibban, Mustadrak Al-Hakim, dan Musnad Ahmad, Abu Sa’id Al-Khudri berkata:

“Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Ya’juj dan Ma’juj akan dilepas dan mereka keluar kepada manusia, sebagaimana difirmankan oleh Allah Swt., “Dari tempat-tempat yang tinggi, mereka keluar dengan cepat.”’” (150 QS. Al-Anbiya: 96).

Mereka merambah bumi. Orang-orang muslim berlindung ke kota-kota dan benteng-benteng untuk menghindari mereka. Mereka merampok hewan-hewan kaum muslim dan meminum air-air di bumi. Sebagian dari mereka melewati sebuah sungai dan meminum airnya hingga kering. Ketika orang-orang setelah mereka melewatinya, mereka berkata, “Dulu di sini pernah ada air.”

Ketika tidak ada lagi yang tersisa kecuali satu orang di benteng atau di kota, seseorang dari mereka berkata, “Penduduk bumi sudah kita habisi, tinggal penduduk langit.”

Lalu salah seorang mengambil senjata dan melemparkannya ke langit. Senjata itu kembali dengan darah yang mengandung bala dan fitnah. Ketika mereka dalam kondisi demikian, Allah mengirimkan ulat-ulat ke leher mereka sehingga mereka mati tidak berdaya.

BACA JUGA: Nabi Isa dan Penegakan Syariat Islam di Akhir Zaman

Orang-orang muslim kemudian berkata, “Adakah sukarelawan yang mau melihat apa yang sedang dilakukan musuh?”

Salah seorang menyatakan bersedia, meskipun diperkirakan ia bakal terbunuh. Ia turun dan menemukan mereka sudah menjadi bangkai yang bertumpuk-tumpuk. Ia pun berseru, “Hai orang-orang Islam, bergembiralah! Sesungguhnya Allah telah mengalahkan untuk kalian musuh kalian.”

Mereka keluar dari kota-kota dan benteng-benteng mereka serta melepaskan hewan-hewan ternak mereka. Namun, mereka tidak mendapatkan tempat penggembalaan kecuali telah dipenuhi oleh daging-daging mayat. Maka, sesuatu yang paling disyukuri saat itu adalah rumput yang ditemukan.

(Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, IV, hlm. 402, no. 1793. Syekh Nashiruddin Al-Albani menyebutkan bahwa Al-Hakim menyatakan hadis ini sahih berdasarkan syarat Muslim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Namun, Syekh tidak puas dengan hal itu karena terdapat Ibnu Ishaq di antara para perawinya, yang tidak dipakai oleh Muslim kecuali dalam al-mutaba’at. Karena itu, hadis ini dinilai hasan).

Nas-nas ini menunjukkan banyaknya Ya’juj dan Ma’juj sehingga tidak ada orang yang sanggup menghadapi mereka. []

Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi  / Cetakan 1, Mei 2002

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119