Home » Runtuhnya Tembok dan Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj

Runtuhnya Tembok dan Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj

Nabi Isa a.s. dan para sahabatnya lalu berdoa kepada Allah. Allah mengirimkan ulat-ulat ke leher Ya’juj dan Ma’juj sehingga mereka mati sekaligus.

by Abu Umar
0 comments 39 views

Allah telah berfirman bahwa dinding yang dibangun oleh Zulqarnain mencegah Ya’juj dan Ma’juj untuk keluar. “Mereka (Ya’juj dan Ma’juj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat melubanginya.” (QS. Al-Kahfi: 97).

Allah juga mengabarkan bahwa keadaan itu berlanjut sampai akhir zaman, ketika datang janji Allah. Pada saat itu, dinding tersebut runtuh dan mereka keluar mendatangi manusia. “Jika sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh, dan janji Tuhanku adalah benar.” (QS. Al-Kahfi: 98).

Mereka keluar mendatangi manusia dengan berbondong-bondong seperti ombak laut. “Pada hari itu Kami biarkan mereka bercampuraduk satu dengan yang lain.” (QS. Al-Kahfi: 99).

Kejadian itu dekat dengan terjadinya kiamat dan ditiupnya sangkakala. Allah berfirman, “Kemudian ditiuplah sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka semua.” (QS. Al-Kahfi: 99).

BACA JUGA: Pendapat Ulama: Kabut di Akhir Zaman Belum Terjadi

Dalam surah lain, Allah mengabarkan bahwa mereka melubangi dinding dan keluar. “Hingga apabila tembok Ya’juj dan Ma’juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi, dan kedatangan janji yang benar telah dekat, tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir seraya berkata, ‘Betapa celakanya kami.’” (QS. Al-Anbiya: 96–97).

Hal ini terjadi di akhir zaman. Firman Allah, “Dan mereka turun dengan cepat dari setiap tempat yang tinggi.” (QS. Al-Anbiya: 96). Artinya, mereka dengan cepat membuat kerusakan di bumi. “Tempat yang tinggi” artinya yang sombong di bumi. Begitulah sifat mereka ketika mereka keluar.

Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa pada zaman beliau, tembok Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka sebesar lingkaran ibu jari dan telunjuk. Dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan dari Zainab binti Jahsy bahwa Rasulullah ﷺ datang kepadanya dalam keadaan kaget dan bersabda, “Laa ilaaha illallaah, celakalah orang Arab karena kejahatan yang sudah dekat! Tembok Ya’juj dan Ma’juj sudah terbuka sebesar ini.” Beliau kemudian membuat lingkaran dengan ibu jari dan telunjuknya.

Zainab bertanya, “Ya Rasulullah ﷺ, apakah kita akan binasa, padahal ada orang-orang saleh di antara kita?”

Beliau menjawab, “Ya, jika kekejian telah merajalela.” (145 Shahih Al-Bukhari, bab “Fitnah”, subbab “Ya’juj dan Ma’juj”. Lihat Fath Al-Bari, XIII, hlm. 106).

Ya’juj dan Ma’juj keluar setelah turunnya Isa bin Maryam dan setelah beliau mengalahkan Dajal. Dalam Shahih Muslim, dalam hadis panjang riwayat An-Nuwwas bin Sam’an, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setelah Dajal dikalahkan, Allah mewahyukan kepada Isa, “Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak mampu diperangi oleh seorang pun.”

Hamba-hamba Allah tersebut naik ke gunung untuk berlindung dan mencari keamanan. Allah kemudian mengutus Ya’juj dan Ma’juj. Mereka keluar dengan cepat dari setiap tempat yang tinggi. Rombongan pertama mereka melewati Danau Thabariyah, sebuah danau besar di Palestina yang airnya lezat, lalu mereka meminumnya. Kemudian rombongan terakhir mereka melewatinya dan berkata, “Di sini pernah ada air.”

BACA JUGA: Di Akhir Zaman: Maraknya Fitnah, Kebohongan, dan Ramainya Pasar

Nabi Isa a.s. dan para sahabatnya kemudian dikepung sehingga satu kepala sapi lebih baik bagi mereka daripada seratus dinar pada saat itu. Nabi Isa a.s. dan para sahabatnya lalu berdoa kepada Allah. Allah mengirimkan ulat-ulat ke leher Ya’juj dan Ma’juj sehingga mereka mati sekaligus.

Isa a.s. dan para sahabatnya kemudian turun. Mereka mendapati setiap jengkal tanah dipenuhi bau dan lendir mayat-mayat. Mereka lalu berdoa kepada Allah, dan Dia mengirimkan burung-burung seperti unta Khurasan yang mengambil dan membuang mayat-mayat itu ke tempat yang dikehendaki-Nya.

Kemudian Allah menurunkan hujan yang membasahi seluruh tanah dan mencuci bumi sehingga menjadi laksana cermin. (146 Shahih Muslim, IV, hlm. 2254, no. 2937). []

Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi  / Cetakan 1, Mei 2002

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119