Al-Qur’an bukan sekadar bacaan suci yang dilantunkan di bibir, tetapi cahaya yang seharusnya hidup di dalam hati dan tercermin dalam perilaku. Rasulullah ﷺ pernah menggambarkan kondisi manusia terhadap Al-Qur’an dengan perumpamaan yang sangat indah dan mendalam.
Hadis Abu Musa Al-Asy’ariy:
عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
• «مَثَلُ المُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ الأُتْرُجَّةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ،
• وَمَثَلُ المُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ، لاَ رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ،
• وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ،
• وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ الحَنْظَلَةِ، لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ»
Dari Abu Musa Al-Asy’ariy, dia berkata: Rasulullah sholallohu ‘alaihi was sallam bersabda:
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti jeruk manis, baunya harum dan rasanya manis.
BACA JUGA: 4 Keutamaan Membaca Al-Quran
Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah kurma, tidak berbau (harum), tetapi rasanya manis.
Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti bunga, baunya harum tetapi rasanya pahit.
Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seumpama buah pare, tidak berbau harum dan rasanya pahit”.
(HR. Bukhari, no. 5427; Muslim, no. 797; Nasai, no. 5038; Tirmidzi, no. 2865; Ibnu Majah, no. 214; Ahmad, no. 19615, 19664; Ibnu Hibban, no. 121, 770, 771. Syaikh Al-Albani menyebutkan di dalam Ash-Shohihah, no. 3214)
Hadis ini mengajarkan bahwa membaca Al-Qur’an saja tidak cukup tanpa disertai iman yang tulus dan amal yang nyata. Keindahan bacaan memang bisa mengundang kekaguman manusia, tetapi di sisi Allah yang dinilai adalah keikhlasan dan ketaatan. Amal saleh yang benar hanya akan diterima jika dibangun di atas iman dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.
BACA JUGA: Antara Kata dan Diam: Timbangan Keselamatan Seorang Mukmin
Seorang mukmin sejati berusaha agar Al-Qur’an hidup dalam lisannya, hatinya, dan perbuatannya. Ia ingin menjadi seperti jeruk manis: menenangkan hati, mengharumkan lingkungan, dan memberi manfaat bagi sesama. Karena sesungguhnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat, dan sebaik-baik petunjuk adalah Al-Qur’an yang diamalkan dalam kehidupan. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

