Home » Syarat Ibadah: Ikhlas dan Ittiba

Syarat Ibadah: Ikhlas dan Ittiba

Para ulama menjelaskan bahwa amal yang diterima harus memenuhi dua perkara: ikhlas karena Allah dan benar sesuai sunnah Rasulullah ﷺ.

by Abu Umar
0 comments 0 views

Ibadah kepada Allah bukan sekadar tentang banyaknya amal yang kita kerjakan. Ada dua perkara penting yang harus selalu diperhatikan: ikhlas karena Allah dan ittiba, yaitu mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.

Dua perkara ini adalah syarat diterimanya amal. Jika salah satunya tidak ada, maka amal tersebut tidak berada di atas jalan yang benar.

Pertama, Ikhlas untuk Allah

Ikhlas berarti memurnikan ibadah hanya untuk Allah. Kita shalat, bersedekah, membaca Al-Qur’an, berdakwah, membantu orang lain, dan melakukan berbagai amal bukan demi pujian manusia, tetapi semata-mata mengharap wajah dan keridaan Allah.

Allah berfirman, “Padahal mereka hanya diperintah untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama.” (Al-Bayyinah: 5).

BACA JUGA: Kelalaian Orang-orang yang Beribadah

Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena itu, amal yang terlihat besar di hadapan manusia bisa menjadi kecil di sisi Allah apabila hati tidak ikhlas. Sebaliknya, amal yang sederhana dapat menjadi sangat bernilai ketika dikerjakan dengan hati yang tulus.

Kedua, Mengikuti Tuntunan Rasulullah ﷺ

Ikhlas saja belum cukup. Ibadah juga harus dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.

Allah berfirman, “Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7).

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim).

Inilah makna ittiba. Kita tidak beribadah hanya berdasarkan perasaan, kebiasaan, atau anggapan bahwa suatu amal itu baik. Dalam urusan ibadah, kita membutuhkan tuntunan dari Rasulullah ﷺ.

BACA JUGA: Mencari Nafkah Menjadi Ibadah

Ikhlas dan Ittiba Harus Bersatu

Para ulama menjelaskan bahwa amal yang diterima harus memenuhi dua perkara: ikhlas karena Allah dan benar sesuai sunnah Rasulullah ﷺ.

Ikhlas menjaga hati agar tidak mencari selain Allah. Ittiba menjaga amal agar tidak menyimpang dari petunjuk Rasulullah ﷺ.

Maka sebelum beramal, tanyakan dua hal kepada diri kita: Untuk siapa aku melakukan ini? Dan apakah caraku sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ?

Semoga Allah membersihkan niat kita dan membimbing setiap amal kita agar sesuai dengan sunnah-Nya. Sebab bukan sekadar banyaknya amal yang kita butuhkan, tetapi amal yang ikhlas dan benar. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119