Setan dikenal sebagai pendusta yang sangat lihai. Kebohongan adalah cara yang digunakannya untuk menyesatkan manusia dan menjauhkan mereka dari jalan Allah. Namun, apakah setan tidak pernah mengatakan sesuatu yang benar?
Ternyata, dalam keadaan tertentu, setan bisa menyampaikan perkataan yang benar. Akan tetapi, kebenaran tersebut bukan karena ia memiliki sifat jujur. Ia mengatakannya sebagai bagian dari tipu dayanya.
Satu Kebenaran di Tengah Seratus Kebohongan
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa setan dapat mencuri satu berita dari langit, kemudian membisikannya kepada para dukun dan tukang ramal. Setelah itu, berita tersebut dicampur dengan kebohongan yang sangat banyak.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa jin tersebut menyampaikan satu perkataan yang benar kepada walinya, kemudian ia mencampurkannya dengan lebih dari seratus kebohongan. (HR. Bukhari no. 6213 dan Muslim no. 2228).
Karena satu perkataan itu ternyata benar, manusia kemudian mempercayai berbagai kebohongan yang disampaikan bersamanya.
Inilah salah satu tipu daya setan. Ia tidak selalu datang membawa kebohongan yang mudah dikenali. Terkadang ia menyisipkan sedikit kebenaran agar kebohongannya lebih mudah diterima.
BACA JUGA: Tanda-Tanda Gangguan Jin atau Setan pada Seseorang
Setan Mengganggu Orang yang Sedang Beribadah
Gangguan setan juga dapat muncul ketika seseorang sedang shalat. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ketika azan dikumandangkan, setan melarikan diri. Namun, setelah azan selesai, ia kembali. Ketika iqamah dikumandangkan, ia kembali melarikan diri, lalu datang lagi setelahnya untuk membisikkan berbagai hal kepada orang yang sedang shalat.
Setan berkata dalam bisikannya, “Ingat ini, ingat itu,” hingga seseorang menjadi bingung dan lupa berapa rakaat yang telah dikerjakannya. (HR. Bukhari no. 608 dan Muslim no. 389).
Ibn Hajar menjelaskan bahwa setan mengingatkan seseorang terhadap perkara yang sebelumnya ia ketahui untuk mengalihkan perhatiannya. Bahkan, ia dapat membisikkan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.
Inilah salah satu bentuk waswas yang sering dialami seseorang dalam ibadah.
Setan Pernah Mengatakan Kebenaran kepada Abu Hurairah
Ada kisah menarik ketika Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menjaga zakat Ramadan. Setan datang mencuri makanan, tetapi tertangkap beberapa kali.
Pada akhirnya, setan memberitahukan bahwa membaca Ayat Kursi sebelum tidur dapat menjadi sebab seseorang terlindungi dari gangguan setan hingga pagi.
Ketika Abu Hurairah menceritakannya kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, “Dia telah berkata benar kepadamu, meskipun dia adalah pendusta yang sangat kuat.” (HR. Bukhari no. 2311).
Ibn Hajar menjelaskan bahwa maksudnya bukan setan berubah menjadi makhluk yang jujur. Ia hanya mengatakan kebenaran dalam kesempatan tersebut, sedangkan kebiasaan dan sifatnya tetap berdusta. (Fath al-Bari, 9/56).
BACA JUGA: Langkah Terakhir Setan Menggoda Manusia Ketika Sakaratul Maut
Jangan Tertipu oleh Satu Kebenaran
Karena itu, jangan menjadikan satu perkataan yang benar sebagai alasan untuk mempercayai seluruh perkataan yang datang dari sumber yang batil.
Setan bisa menyisipkan kebenaran di antara kebohongan untuk mendapatkan kepercayaan manusia. Bahkan dalam urusan ibadah, ia dapat menggunakan bisikan yang tampaknya masuk akal untuk membuat seseorang bingung, ragu, dan kehilangan kekhusyukan.
Maka, seorang Muslim hendaknya kembali kepada Al-Qur’an, sunnah Rasulullah ﷺ, dan ilmu yang benar. Jangan mengikuti setiap bisikan yang muncul dalam pikiran.
Sebab, setan tetaplah pendusta. Kalaupun sesekali ia mengatakan sesuatu yang benar, itu tidak mengubah hakikat dirinya sebagai musuh manusia yang berusaha menyesatkan mereka.
Wallahu a’lam. []
SUMBER: ISLAMQA
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

