Nas-nas di atas dengan tegas menjelaskan bahwa yang menjadi imam adalah salah seorang dari umat ini. Adapun riwayat “lalu dia (Isa) mengimami kalian” atau “dia mengimami mereka” tidak berarti dia mengimami mereka di dalam shalat, melainkan dia akan melaksanakan hukum bagi mereka dari Kitabullah, yakni memimpin mereka dengan Kitabullah.
Dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda, “Bagaimanakah kalian ketika Ibnu Maryam turun di tengah-tengah kalian lalu mengimami kalian (dengan sesuatu) dari kalian.” Salah seorang perawinya, yaitu Ibnu Abu Dzib, bertanya kepada Al-Walid bin Muslim, “Apakah Anda tahu maksud mengimami kalian (dengan sesuatu) dari kalian?” Al-Walid berkata, “Beri tahu aku!” Ibnu Abu Dzib berkata, “Mengimami kalian dengan Kitab Tuhan kalian dan sunnah Nabi kalian ﷺ.”
BACA JUGA: Berapa Jarak Waktu antara Nabi Isa pada Rasulullah?
Tidak majunya Isa bin Maryam menjadi imam shalat adalah bukti bahwa dia datang sebagai pengikut Rasulullah ﷺ dan melaksanakan hukum dengan Al-Qur’an, bukan dengan Injil, karena syariat Al-Qur’an merupakan penghapus syariat-syariat sebelumnya.
Di samping itu, Allah SWT telah mengambil sumpah dan janji dari para nabi bahwa mereka akan beriman kepada Muhammad ﷺ dan mengikutinya jika beliau diutus ketika mereka masih hidup. Allah berfirman, “Ketika Allah mengambil sumpah para nabi, ‘Sungguh, kitab dan hikmahlah yang Kuberikan kepada kalian, kemudian datang kepadamu rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kalian akan beriman kepadanya dan menolongnya.’ Allah berfirman, ‘Apakah kalian mengakui dan menerima perjanjian-Ku pada yang demikian itu?’ Mereka menjawab, ‘Kami mengakui.’ Allah berfirman, ‘Kalau begitu, bersaksilah, dan Aku menjadi saksi bersama kalian.’ Orang yang berpaling sesudah itu adalah orang-orang yang fasik.”
Isa turun menjadi pengikut Rasulullah ﷺ sebagai pelaksana hukum syariat Al-Qur’an. Karena itu, dia shalat di belakang orang saleh dari umat ini. Hal ini merupakan kehormatan yang sangat besar bagi umat ini.
BACA JUGA: Tanda-tanda Besar Kiamat yang Urutannya Belum Diketahui
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id, Rasulullah ﷺ bersabda, “Di antara kita ada orang yang Isa bin Maryam akan shalat di belakangnya.” Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Al-Mahdi.
An-Nawawi, dalam bantahannya terhadap orang-orang yang tidak mengakui turunnya Isa AS dan menyangka bahwa hal itu kontradiktif dengan sabda Rasulullah ﷺ, “Tidak ada nabi sesudah saya,” dan dengan begitu dia menjadi penghapus syariat Rasulullah ﷺ, berkata, “Ini adalah logika yang salah, sebab dengan turunnya Isa tidak dimaksudkan bahwa dia turun sebagai nabi dengan syariat yang menghapus syariat kita. Tidak disebutkan begitu dalam hadits ini, tidak juga di dalam hadits lain. Tetapi, dia akan turun sebagai hakim yang adil, yang melaksanakan syariat kita, menghidupkan syariat kita yang sudah ditinggalkan oleh manusia.” []
Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi / Cetakan 1, Mei 2002
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

