Home TsaqofahEmpat Perkara yang Menghalangi Rezeki

Empat Perkara yang Menghalangi Rezeki

Rezeki yang sedikit namun penuh berkah jauh lebih baik daripada harta yang melimpah tetapi kehilangan keberkahan dan mendatangkan penyesalan di dunia maupun di akhirat.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Banyak orang mengira bahwa sempitnya rezeki semata-mata disebabkan oleh keadaan ekonomi, kurangnya kesempatan, atau minimnya kemampuan. Padahal, Islam mengajarkan bahwa rezeki berada sepenuhnya di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki dengan hikmah-Nya yang sempurna.

Karena itu, selain berusaha secara maksimal, seorang muslim juga harus memperhatikan keadaan hati dan amal perbuatannya. Bisa jadi, ada dosa dan maksiat yang menjadi penghalang turunnya keberkahan rezeki, meskipun pintu-pintu usaha tampak terbuka lebar.

Para ulama menjelaskan bahwa hubungan antara ketaatan dan rezeki sangatlah erat. Sebagaimana amal saleh dapat menjadi sebab datangnya rezeki, demikian pula kemaksiatan dapat menjadi sebab tertahannya rezeki dan hilangnya keberkahannya.

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa perkara yang dapat menghalangi rezeki seorang hamba. Hal ini menjadi pengingat agar kita tidak hanya sibuk mencari tambahan penghasilan, tetapi juga berusaha menjauhi dosa-dosa yang dapat mengundang murka Allah.

BACA JUGA: Beribadah kepada Allah Sepenuhnya Termasuk Kunci Rezeki

Sebab, rezeki yang sedikit namun penuh berkah jauh lebih baik daripada harta yang melimpah tetapi kehilangan keberkahan dan mendatangkan penyesalan di dunia maupun di akhirat.

Sebagaimana ada sebab datangnya rezeki, ada pula kebiasaan yang menjadi penghalangnya.

1. Tidur Setelah Subuh

Yang dimaksud oleh para ulama adalah membiasakan tidur setelah masuk waktu pagi tanpa kebutuhan yang dibenarkan. Padahal Rasulullah ﷺ mendoakan keberkahan bagi umatnya pada waktu pagi.

Waktu pagi adalah saat yang penuh keberkahan untuk beribadah, bekerja, belajar, maupun mencari nafkah. Jika seseorang terus-menerus menghabiskan waktu emas ini dengan tidur, ia kehilangan banyak peluang keberkahan.

Sesekali tidur karena sakit atau kelelahan tentu tidak mengapa. Namun menjadikannya kebiasaan adalah perkara yang diperingatkan oleh para ulama.

2. Sedikit Melaksanakan Shalat

Dalam penjelasan Ibnul Qayyim disebutkan “sedikit shalat”. Maksudnya bukan hanya shalat wajib yang ditinggalkan, tetapi juga minimnya perhatian terhadap ibadah shalat secara umum, termasuk shalat-shalat sunnah.

Shalat adalah hubungan seorang hamba dengan Rabbnya. Bagaimana mungkin seseorang berharap pintu rezekinya dibuka oleh Allah sementara ia sendiri jarang mengetuk pintu rahmat-Nya melalui shalat?

Semakin baik hubungan kita dengan Allah, semakin besar harapan memperoleh keberkahan dalam kehidupan.

3. Malas

Islam sangat membenci sifat malas. Rasulullah ﷺ bahkan berlindung kepada Allah dari sifat malas dalam doa beliau.

Malas membuat seseorang kehilangan kesempatan, menunda pekerjaan, dan menyia-nyiakan waktu. Allah memang menjamin rezeki setiap makhluk, tetapi Allah juga memerintahkan hamba-Nya untuk berusaha.

Seorang muslim hendaknya menjadi pribadi yang rajin, disiplin, dan bersungguh-sungguh dalam mencari nafkah yang halal.

BACA JUGA: Saudaraku, Siapa yang Memberi Rezeki padamu?

4. Berkhianat

Khianat adalah lawan dari amanah. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti menipu dalam perdagangan, menyalahgunakan jabatan, menggelapkan harta, mengingkari janji, atau tidak jujur dalam pekerjaan.

Mungkin seseorang memperoleh keuntungan besar melalui pengkhianatan, tetapi sesungguhnya itu bukan rezeki yang diberkahi. Harta yang diperoleh dengan cara yang curang sering kali menjadi sebab hilangnya ketenangan, rusaknya keluarga, bahkan datangnya berbagai musibah.

Kejujuran memang terkadang tampak lebih berat, tetapi justru di sanalah Allah meletakkan keberkahan yang hakiki. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119