Di antara kenikmatan terbesar yang dijanjikan Allah kepada penghuni surga bukanlah istana yang megah, sungai-sungai yang mengalir, ataupun makanan yang tidak pernah habis. Seluruh nikmat itu masih kalah dibandingkan satu anugerah yang paling agung, yaitu dapat memandang wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena begitu mulianya nikmat tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan sebuah doa yang sangat indah:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ
Allahumma inni as’aluka ladzdzatan-nazhori ilaa wajhika, wasy-syauqa ilaa liqaa-ika fii ghairi dharraa-a mudhirrah wa laa fitnatin mudhillah.
BACA JUGA: Doa Seorang Ibu yang Mengembalikan Penglihatan Imam Bukhari
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di surga), dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu, tanpa penderitaan yang membahayakan dan tanpa fitnah yang menyesatkan.”
(HR. An-Nasa’i no. 1305, dishahihkan oleh Al-Albani).
Doa ini mengajarkan bahwa cita-cita tertinggi seorang mukmin bukan sekadar mendapatkan kenikmatan surga, tetapi juga memperoleh keridaan Allah dan kesempatan melihat wajah-Nya. Inilah puncak kebahagiaan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan apa pun.
Allah Ta’ala berfirman:
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
“Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, memandang kepada Rabbnya.” (QS. Al-Qiyamah: 22–23).
Dalam ayat lain, Allah juga berfirman:
لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ
“Bagi orang-orang yang berbuat ihsan, mereka memperoleh surga dan tambahan (nikmat).” (QS. Yunus: 26).
Para sahabat dan para ulama menjelaskan bahwa “tambahan” dalam ayat tersebut adalah kenikmatan memandang wajah Allah di surga.
Menariknya, Rasulullah ﷺ tidak hanya meminta agar dapat bertemu Allah, tetapi juga memohon agar pertemuan itu terjadi tanpa penderitaan yang membahayakan dan tanpa fitnah yang menyesatkan. Hal ini menunjukkan bahwa seorang mukmin tidak dianjurkan berharap datangnya musibah atau kematian. Sebaliknya, ia memohon agar tetap diberi keselamatan, istiqamah, dan wafat di atas keimanan ketika Allah telah menetapkan ajalnya.
BACA JUGA:
Doa ini juga mengingatkan kita bahwa kerinduan kepada Allah harus diwujudkan dalam amal saleh. Orang yang benar-benar ingin bertemu dengan Rabbnya akan berusaha menjaga shalatnya, memperbanyak dzikir, menjauhi maksiat, serta memperbaiki akhlaknya setiap hari.
Marilah kita membiasakan membaca doa yang agung ini dalam keseharian. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan kepada kita hati yang selalu merindukan perjumpaan dengan-Nya, mengokohkan kita di atas jalan yang lurus, serta menjadikan kita termasuk penghuni surga yang memperoleh kenikmatan terbesar, yaitu memandang wajah Allah Yang Mahamulia. Aamiin. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

