Home IbrahDoa Seorang Ibu yang Mengembalikan Penglihatan Imam Bukhari

Doa Seorang Ibu yang Mengembalikan Penglihatan Imam Bukhari

Sebagai seorang anak kita pun harus berbakti kepada kedua orang tua, meminta doa mereka, dan menjaga hati mereka agar senantiasa ridha kepada kita.

by Abu Umar
0 comments 9 views

Di antara karunia terbesar yang Allah berikan kepada seorang anak adalah memiliki orang tua yang senantiasa mendoakannya. Doa ayah dan ibu bukanlah doa biasa. Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa doa orang tua termasuk doa yang mustajab. Karena itu, setiap kalimat yang keluar dari lisan mereka, baik berupa doa kebaikan maupun doa keburukan, hendaknya tidak dianggap remeh.

Betapa banyak kisah yang menunjukkan dahsyatnya doa orang tua. Salah satu di antaranya adalah kisah seorang ulama besar yang namanya terus dikenang hingga hari ini, yaitu Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari rahimahullah.

BACA JUGA: Hadits Shahih, Mengapa Harus Bukhari dan Muslim?

Beliau dikenal sebagai Amirul Mukminin fil Hadits, gelar tertinggi bagi seorang ahli hadits. Hampir tidak ada seorang ulama pun yang mengingkari kedudukan beliau dalam ilmu hadits. Kitab Shahih al-Bukhari yang beliau susun menjadi kitab paling sahih setelah Al-Qur’an dan menjadi rujukan kaum muslimin di seluruh dunia.

Namun, siapa sangka bahwa sejak kecil Imam al-Bukhari pernah mengalami ujian yang sangat berat. Beliau kehilangan penglihatannya hingga menjadi buta. Tentu hal itu menjadi musibah yang sangat menyedihkan bagi seorang ibu. Akan tetapi, ibunda Imam al-Bukhari tidak berputus asa. Siang dan malam beliau terus memohon kepada Allah agar anaknya diberikan kesembuhan.

Imam al-Lalika’i dalam Syarh as-Sunnah dan Ghanjar dalam Tarikh Bukhara meriwayatkan sebuah kisah yang menakjubkan. Suatu malam, ibu Imam al-Bukhari bermimpi bertemu dengan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Dalam mimpi tersebut beliau berkata, “Wahai wanita, Allah telah mengembalikan penglihatan anakmu karena begitu banyaknya engkau berdoa.”

Keesokan paginya, sang ibu mendapati bahwa penglihatan putranya benar-benar telah pulih. Allah mengabulkan doa seorang ibu yang dipanjatkan dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan. Kisah ini dinukil oleh Ibrahim bin Abdullah al-Hazimy dalam Asy-Syifa’ Ba’da al-Maradh, sebagaimana dinukil dari Hadyu as-Sari fi Muqaddimah Shahih al-Bukhari karya Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani.

BACA JUGA: Imam Al-Bukhari

Peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada doa yang sia-sia di sisi Allah. Terlebih lagi doa yang keluar dari hati seorang ibu yang penuh kasih sayang kepada anaknya. Sebab itu, setiap orang tua hendaknya memperbanyak doa-doa kebaikan untuk putra-putrinya. Jangan mudah mendoakan keburukan ketika sedang marah, karena doa orang tua memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah.

Sebaliknya, sebagai seorang anak kita pun harus berbakti kepada kedua orang tua, meminta doa mereka, dan menjaga hati mereka agar senantiasa ridha kepada kita. Siapa tahu, kesuksesan, keberkahan ilmu, kemudahan rezeki, dan keselamatan hidup yang kita rasakan hari ini merupakan buah dari doa-doa yang diaminkan oleh langit ketika dipanjatkan oleh ayah dan ibu kita. []

Sumber: (Asy-Syifa` Ba’da Al-Maradh karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy sebagai yang dinukilnya dari kitab Hadyu as-Saary Fi Muqaddimah Shahih al-Buukhary karya al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalany

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119