Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata,
“Masalah Al-Mahdi merupakan perkara yang telah dikenal dengan baik. Hadis-hadis mengenai Al-Mahdi sangat banyak, bahkan mencapai derajat mutawatir dan saling menguatkan.
Banyak ulama telah menegaskan kemutawatiran hadis-hadis tersebut. Kemutawatirannya bersifat maknawi, karena banyaknya jalur periwayatan, beragamnya kitab-kitab yang meriwayatkannya, banyaknya sahabat yang menukilnya, para perawi yang meriwayatkannya, serta beragamnya redaksi hadis tersebut.
Seluruh hadis itu menjadi dalil bahwa sosok yang dijanjikan ini benar adanya dan kemunculannya merupakan suatu kepastian. Ia adalah Muhammad bin Abdullah Al-‘Alawi Al-Hasani, keturunan Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma.
Imam ini merupakan rahmat yang Allah karuniakan kepada umat Islam pada akhir zaman. Ia akan muncul untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, menghapus kezaliman dan ketidakadilan, serta menyebarkan kebaikan kepada manusia dengan penuh keadilan, hidayah, taufik, dan petunjuk.”
BACA JUGA: Al-Mahdi yang Muncul di Akhir Zaman
Beliau juga berkata,
“Aku telah menelaah hadis-hadis mengenai Al-Mahdi, lalu sampai pada kesimpulan yang sama dengan Asy-Syaukani, Ibnul Qayyim, dan para ulama lainnya. Hadis-hadis tersebut ada yang sahih, ada yang hasan, ada yang dhaif, bahkan ada pula yang palsu.
Namun hal itu telah mencukupi sebagai hujah, selama hadis tersebut memiliki sanad yang baik, baik sahih li dzatihi maupun sahih li ghairihi, hasan li dzatihi maupun hasan li ghairihi.
Bahkan hadis-hadis yang dhaif, apabila jumlahnya banyak dan saling menguatkan, dapat dijadikan pegangan oleh para ulama.
Pendapat yang benar adalah pendapat jumhur ulama, bahkan seakan telah menjadi ijmak, bahwa Al-Mahdi benar-benar akan muncul pada akhir zaman.
Adapun pendapat sebagian kecil ulama yang mengingkari masalah ini, maka tidak perlu dijadikan perhatian.”²⁴
Banyaknya Riwayat tentang Al-Mahdi
Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-Abbad hafizhahullah meneliti bahwa terdapat 26 orang sahabat yang meriwayatkan hadis-hadis tentang Al-Mahdi.
Beliau juga menyebutkan bahwa hadis-hadis tersebut terdapat dalam 36 kitab hadis, di antaranya:
Kitab-kitab Sunan.
Musnad Imam Ahmad.
Shahih Ibnu Hibban.
Al-Mustadrak karya Al-Hakim.
Serta berbagai kitab hadis lainnya.²⁵
Hal ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai Al-Mahdi memiliki landasan periwayatan yang sangat luas dalam literatur hadis Islam.
Kitab-Kitab Khusus tentang Al-Mahdi
Banyak ulama telah menghimpun hadis-hadis Al-Mahdi dalam karya-karya tersendiri. Mereka mengumpulkan berbagai jalur periwayatan sekaligus menjelaskan sanad-sanadnya.
Di antara para ulama tersebut adalah:
Abu Bakar bin Abi Khaitsamah Zuhair bin Harb, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Khaldun.
Al-Hafizh Abu Nu’aim.
Al-Hafizh As-Suyuthi, yang meringkas karya Abu Nu’aim dalam kitab Al-‘Urf Al-Wardi fi Akhbar Al-Mahdi, kemudian menambahkan beberapa pembahasan penting. Kitab tersebut dicetak sebagai bagian dari kitab Al-Hawi li Al-Fatawa.
Ibnu Katsir, yang mengkhususkan pembahasan Al-Mahdi dalam kitab Al-Fitan wa Al-Malahim.
Ibnu Hajar Al-Haitami, penulis kitab Al-Qaul Al-Mukhtashar fi ‘Alamat Al-Mahdi Al-Muntazhar.
Al-Muttaqi Al-Hindi, penyusun Kanz Al-‘Ummal.
Mulla Ali Al-Qari, penulis Al-Masyrab Al-Wardi fi Mazhab Al-Mahdi.
Mar’i bin Yusuf Al-Hanbali.
Ash-Shan’ani.
Dan sejumlah ulama lainnya.
BACA JUGA: Hukum yang Dipakai oleh Isa al-Masih
Penilaian Para Ulama Ahli Hadis
Selain banyaknya jalur periwayatan, sejumlah imam dan pakar kritik hadis juga menilai hadis-hadis mengenai Al-Mahdi sebagai hadis yang sahih.
Di antara mereka adalah:
Al-Hakim.
Adz-Dzahabi.
Abu Nu’aim.
Ibnul Arabi Al-Maliki.
Al-Qurthubi.
Ibnu Taimiyah.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah.
Ibnu Hajar Al-‘Asqalani.
As-Suyuthi.
Dan para ulama lainnya.²⁷
Oleh karena itu, tidak semestinya memberikan perhatian berlebihan kepada pendapat yang melemahkan atau bahkan mendustakan hadis-hadis tentang Al-Mahdi, karena pendapat tersebut tidak berasal dari mayoritas ulama yang memiliki kepakaran dalam bidang hadis. []
Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi / Cetakan 1, Mei 2002
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

