Home KajianKisah Turunnya Ayat Tayammum

Kisah Turunnya Ayat Tayammum

. Betapa sering sesuatu yang kita anggap sebagai kesulitan ternyata menjadi jalan datangnya keberkahan yang jauh lebih besar.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Di balik setiap ketetapan syariat terdapat hikmah dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Salah satu contohnya adalah disyariatkannya tayammum sebagai pengganti wudhu atau mandi ketika tidak ada air atau tidak memungkinkan menggunakannya. Menariknya, turunnya ayat tayammum bermula dari sebuah peristiwa yang tampak sederhana, yaitu hilangnya kalung milik Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha. Dari peristiwa itu, Allah menurunkan kemudahan yang menjadi rahmat bagi seluruh umat Islam hingga hari kiamat.

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan:

“Kami pernah keluar bersama Rasulullah ﷺ dalam salah satu safar beliau. Ketika kami sampai di Al-Baida’ atau Dzatul Al-Jaisy, kalungku terputus. Rasulullah ﷺ pun berhenti untuk mencarinya, dan orang-orang ikut berhenti bersama beliau. Saat itu mereka tidak berada di dekat air dan tidak pula membawa air.”

BACA JUGA: Apa Saja yang Bisa Dikerjakan dengan Tayamum?

Para sahabat pun merasa khawatir. Mereka mendatangi Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu seraya berkata bahwa Aisyah telah menyebabkan Rasulullah ﷺ dan rombongan berhenti di tempat yang tidak memiliki persediaan air.

Abu Bakr kemudian mendatangi putrinya. Ketika itu Rasulullah ﷺ sedang tidur dengan kepala beliau berada di atas paha Aisyah. Abu Bakr menegurnya dengan keras atas kejadian tersebut. Aisyah berkata:

“Maka Abu Bakr menegurku dan mengucapkan apa yang Allah kehendaki untuk beliau ucapkan. Beliau mulai menusuk pinggangku dengan tangannya, namun tidak ada yang membuatku bergerak selain karena Rasulullah ﷺ sedang tidur di atas pahaku.”

Rombongan pun memasuki waktu Subuh, sementara mereka masih belum mendapatkan air. Dalam keadaan itulah Allah menurunkan ayat tentang tayammum. Para sahabat kemudian bertayammum dan melaksanakan shalat.

Melihat turunnya kemudahan yang agung ini, Usaid bin Al-Khudhair radhiyallahu ‘anhu berkata:

مَا هِيَ بِأَوَّلِ بَرَكَتِكُمْ يَا آلَ أَبِي بَكْرٍ.

“Ini bukanlah keberkahan pertama dari kalian, wahai keluarga Abu Bakr!”

Setelah rombongan bersiap melanjutkan perjalanan, mereka membangunkan unta yang ditunggangi Aisyah. Ternyata kalung yang sejak semalam dicari berada tepat di bawah unta tersebut.

Kisah ini mengandung banyak pelajaran berharga. Di antaranya, syariat Islam dibangun di atas kemudahan, bukan kesulitan. Ketika air tidak tersedia, Allah tidak membebani hamba-Nya dengan sesuatu yang berada di luar kemampuan mereka, tetapi menggantinya dengan tayammum yang mudah dilakukan. Inilah bukti kesempurnaan rahmat Allah dalam syariat-Nya.

BACA JUGA:  Safar yang Jauh Bukanlah Syarat bagi Seorang Musafir untuk Bertayamum

Kisah ini juga mengajarkan agar seorang mukmin tidak tergesa-gesa menilai suatu musibah sebagai keburukan semata. Hilangnya kalung Aisyah radhiyallahu ‘anha sempat membuat sebagian orang merasa kesulitan, namun dari peristiwa itulah Allah menurunkan salah satu hukum yang sangat besar manfaatnya bagi umat Islam sepanjang zaman. Betapa sering sesuatu yang kita anggap sebagai kesulitan ternyata menjadi jalan datangnya keberkahan yang jauh lebih besar.

Selain itu, ucapan Usaid bin Al-Khudhair menunjukkan kemuliaan keluarga Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Allah berulang kali menjadikan keluarga ini sebagai sebab turunnya berbagai keberkahan bagi kaum muslimin. Oleh karena itu, seorang mukmin hendaknya selalu berbaik sangka kepada Allah, bersabar ketika menghadapi ujian, dan meyakini bahwa di balik setiap ketetapan-Nya terdapat hikmah yang mungkin belum mampu dipahami pada saat itu. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119