Home TsaqofahKapan Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas Diturunkan?

Kapan Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas Diturunkan?

Rincian mengenai jumlah simpul sihir tidak memiliki landasan hadis yang sahih dan tidak dapat dijadikan pegangan.

by Abu Umar
0 comments 17 views

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga Hari Kiamat.

Para ulama menjelaskan bahwa terdapat sejumlah hadis yang menunjukkan bahwa Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas, yang dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain, diturunkan di Madinah. Kesimpulan ini didasarkan pada riwayat-riwayat yang sahih dari para sahabat Rasulullah Muhammad ﷺ.

Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah hadis yang diriwayatkan oleh Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu. Beliau menuturkan bahwa Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

“Tidakkah kalian melihat ayat-ayat yang diturunkan malam ini, yang belum pernah ada tandingannya? Yaitu: ‘Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai waktu subuh’ dan ‘Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia’.”

BACA JUGA:  Apakah Basmalah Termasuk Ayat dalam Surat Al-Fatihah?

Uqbah bin Amir termasuk sahabat yang menemani Rasulullah Muhammad ﷺ ketika berada di Madinah. Oleh karena itu, hadis ini menjadi salah satu petunjuk bahwa kedua surah tersebut diturunkan pada periode Madaniyah.

Selain itu, terdapat riwayat dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan peristiwa ketika Rasulullah Muhammad ﷺ terkena sihir yang dilakukan oleh seorang Yahudi. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Malaikat Jibril ‘alaihis salam datang membawa Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Jibril memberitahukan lokasi benda yang digunakan untuk menyihir beliau, lalu Rasulullah Muhammad ﷺ mengutus Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu untuk mengambilnya.

Setelah benda tersebut ditemukan, simpul-simpul yang ada padanya dibuka sambil dibacakan ayat-ayat Al-Mu’awwidzatain. Dengan izin Allah, Rasulullah Muhammad ﷺ pun sembuh dari gangguan tersebut seolah-olah baru saja dilepaskan dari ikatan yang membelenggunya.

Riwayat ini dinilai sahih oleh sejumlah ulama, di antaranya Syaikh Al-Albani rahimahullah. Berdasarkan riwayat tersebut, banyak ulama menyimpulkan bahwa turunnya Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas berkaitan dengan peristiwa sihir yang menimpa Rasulullah Muhammad ﷺ di Madinah.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah juga menyebutkan bahwa kedua surah tersebut diturunkan karena peristiwa tersebut. Keterangan serupa diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, meskipun sebagian jalur periwayatannya tidak bersambung secara sempurna.

BACA JUGA:  Memulai Pertengahan Surat dengan Taawudz ataukah Bismillah?

Adapun mengenai jumlah simpul sihir yang disebut berjumlah sebelas, para ulama menjelaskan bahwa tidak terdapat hadis sahih yang secara tegas menetapkan jumlah tersebut. Memang terdapat beberapa riwayat yang menyebutkan adanya sebelas simpul dan setiap ayat dari Al-Mu’awwidzatain membuka satu simpul. Namun, riwayat-riwayat tersebut dinilai lemah atau tidak memenuhi standar kesahihan yang kuat.

Dengan demikian, yang dapat dipastikan berdasarkan hadis-hadis sahih adalah bahwa Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas diturunkan di Madinah serta memiliki kaitan dengan peristiwa sihir yang menimpa Rasulullah Muhammad ﷺ. Adapun rincian mengenai jumlah simpul sihir tidak memiliki landasan hadis yang sahih dan tidak dapat dijadikan pegangan.

Wallahu a’lam bish-shawab. []

SUMBER: ISLAMQA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119