Islam tidak dibangun di atas ibadah individual semata.
Ia juga ditegakkan oleh hubungan antarmanusia.
Rasulullah ﷺ menegaskan hal itu melalui sabdanya tentang lima hak seorang Muslim atas Muslim lainnya.
Hak-hak ini sederhana.
Namun dampaknya besar.
Ia menjaga iman tetap hidup di tengah masyarakat.
Pertama, menjenguk orang yang sakit.
Kehadiran seorang saudara bisa menjadi obat sebelum obat.
Doa yang dipanjatkan bisa menjadi sebab kesembuhan.
Al-Hasan al-Bashri رحمه الله berkata,
“Menjenguk orang sakit adalah pengingat akan akhirat dan pelembut hati.”
Dengan menjenguk, ukhuwah tidak dibiarkan dingin.
BACA JUGA: Hak-hak Tetangga
Kedua, menjawab salam.
Salam adalah doa.
Ia pembuka cinta.
Mengucapkannya sunnah.
Menjawabnya wajib.
Ibnu Abdil Barr رحمه الله mengatakan,
“Tidak ada amalan yang lebih cepat menumbuhkan kasih sayang selain menyebarkan salam.”
Ketiga, mendoakan orang yang bersin.
Sebuah adab kecil.
Namun penuh makna.
Orang yang bersin memuji Allah.
Saudaranya mendoakan rahmat.
Lalu dibalas dengan doa petunjuk.
Beginilah Islam mengajarkan kebersamaan dalam dzikir dan doa.
Keempat, mengurus jenazah.
Inilah penghormatan terakhir.
Sekaligus pelajaran paling jujur tentang dunia.
Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata,
“Jenazah mengingatkan kita bahwa dunia bukan tempat tinggal, tapi tempat singgah.”
Mengurus jenazah menghidupkan empati dan kesadaran akan akhir.
BACA JUGA: 4 Penghalang Muslim Menjadi Ahli Waris
Kelima, memenuhi undangan.
Menghadiri undangan adalah bentuk penghargaan.
Ia menguatkan ikatan sosial.
Dan menghilangkan jarak di antara hati.
Bila lima hak ini dihidupkan,
umat tidak sekadar banyak,
tapi kuat.
Karena iman selalu tumbuh dalam kepedulian. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

