Banyak orang merasakan hal yang sama. Ramadhan terasa cepat berlalu. Baru saja dimulai, tiba-tiba sudah di penghujung.
Ini bukan sekadar perasaan. Ini tanda yang telah dikabarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Beliau bersabda:
“Tidak akan terjadi kiamat hingga waktu semakin berdekatan. Satu tahun terasa seperti satu bulan. Satu bulan seperti satu pekan. Satu pekan seperti satu hari. Dan satu hari seperti satu jam.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
BACA JUGA: Bagaimana Puasa Ramadhan Menyucikan Jiwa dan Membebaskan Hati dari Dunia?
Para ulama menjelaskan. Ini adalah bentuk berkurangnya keberkahan waktu. Waktu tetap sama. Namun manfaatnya terasa sedikit.
Hari-hari berlalu cepat. Tanpa terasa. Tanpa banyak amal.
Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan?
Pertama, perbanyak amal shalih. Jangan tunda. Gunakan setiap waktu untuk ibadah.
Kedua, jaga kualitas ibadah. Bukan hanya banyaknya. Tapi juga keikhlasan dan kekhusyukan.
Ketiga, kurangi hal yang tidak bermanfaat. Waktu habis sering karena hal sia-sia.
Keempat, perbanyak doa. Mintalah kepada Allah agar diberi keberkahan waktu.
Kelima, buat target harian. Agar waktu lebih terarah. Tidak terbuang percuma.
BACA JUGA: Ramadhan Akan Meninggalkan Kita, Manfaatkan Hari-hari yang Tersisa
Ramadhan yang terasa singkat adalah peringatan. Bahwa umur juga singkat.
Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan. Tanpa peningkatan iman.
Gunakan sisa waktu dengan sungguh-sungguh. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

