Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan penuh keutamaan. Kemuliaannya bersifat hakiki, sekaligus karena berbagai keistimewaan yang Allah anugerahkan padanya. Di antara keistimewaan terbesar malam ini adalah turunnya Al-Qur’an untuk pertama kalinya.
Allah Ta’ala berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3). Ayat ini menunjukkan bahwa beribadah pada malam Lailatul Qadar lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan. Allah juga berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang diberkahi.” (QS. Ad-Dukhan: 3). Ayat ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan dan kemuliaan.
BACA JUGA: Lailatul Qadar, Waktu Pencatatan Takdir Tahuhan
Imam Abu Bakar Ibn al-‘Arabi menjelaskan bahwa keberkahan berarti bertambah dan berkembangnya kebaikan. Lailatul Qadar disebut malam yang diberkahi karena pada malam itu Allah melimpahkan berbagai karunia, seperti meninggikan derajat manusia, mengampuni dosa, membagikan rezeki, melimpahkan rahmat, dan memberikan pahala yang besar.
Di antara sebab pentingnya malam ini adalah turunnya Al-Qur’an. Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar, kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad ﷺ selama sekitar dua puluh tahun.
Selain itu, Lailatul Qadar juga merupakan malam ditetapkannya berbagai ketentuan Allah untuk satu tahun ke depan. Pada malam itu ditetapkan berbagai urusan manusia, seperti rezeki, peristiwa, dan berbagai takdir yang akan terjadi.
BACA JUGA: 4 Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadr
Pada malam yang agung ini para malaikat turun ke bumi, termasuk Malaikat Jibril عليه السلام, dengan membawa berbagai ketetapan dan keberkahan dari Allah. Allah juga menyebut malam ini sebagai malam yang penuh kedamaian hingga terbit fajar, sehingga gangguan setan tidak mampu menimbulkan keburukan pada malam tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa melaksanakan qiyam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena itu, seorang Muslim hendaknya bersungguh-sungguh menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah, doa, dan istighfar. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

