Home RamadhanSepuluh Malam Terakhir Ramadhan dan Qiyamul Lail

Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan dan Qiyamul Lail

Semoga Allah menghiasi kita dengan iman, membebaskan kita dari api neraka pada bulan yang mulia ini, menerima puasa dan shalat malam kita, serta memberikan kepada kita kebaikan di dunia dan di akhirat.

by Abu Umar
0 comments 120 views

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (Ramadhan), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”

Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Beliau menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh (dalam ibadah), dan mengencangkan sarungnya.”

Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Allah telah mengkhususkan bulan Ramadhan dengan berbagai keutamaan yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya, seperti turunnya rahmat, diampuninya dosa, dilipatgandakannya pahala, serta dibebaskannya hamba-hamba dari api neraka.

Allah juga mengkhususkan sepuluh malam terakhir dengan keutamaan yang lebih besar, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadar.”
“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.”
“Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1–5)

BACA JUGA:  Yang Menghidupkan Malam di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Dan Allah juga berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ

“Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.” (QS. Ad-Dukhan: 3)

Ayat-ayat ini menunjukkan betapa agungnya malam tersebut. Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi para hamba-Nya dengan melipatgandakan pahala, menghapus dosa-dosa, dan menjadikan ibadah pada malam itu lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.

Kesungguhan Nabi pada Sepuluh Malam Terakhir

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian khusus pada sepuluh malam terakhir dengan memperbanyak ibadah. Beliau menyibukkan diri dengan munajat kepada Allah, menghidupkan malam dengan shalat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menjauhkan diri dari kesibukan dunia.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir dengan kesungguhan yang tidak beliau lakukan pada waktu lainnya.” (HR. Muslim)

Pada dua puluh malam pertama, Nabi masih menggabungkan antara shalat malam dan tidur. Namun ketika masuk sepuluh malam terakhir, beliau semakin bersungguh-sungguh dalam ibadah.

Menghidupkan Malam dan Membangunkan Keluarga

Di antara amalan beliau adalah menghidupkan malam dengan ibadah. Sebagian ulama menafsirkan bahwa beliau menghidupkan sebagian besar malam, sementara sebagian riwayat menyebutkan bahwa beliau menghidupkan seluruh malam.

Beliau juga membangunkan keluarganya agar turut beribadah. Hal ini menunjukkan pentingnya memanfaatkan malam-malam yang penuh kemuliaan tersebut.

Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membangunkan Fatimah dan Ali pada malam hari sambil berkata:

“Tidakkah kalian bangun lalu shalat?”

Sufyan Ats-Tsauri رحمه الله berkata:

“Aku menyukai jika telah masuk sepuluh malam terakhir, seseorang menghidupkan malam dengan shalat, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan membangunkan keluarga serta anak-anaknya untuk shalat jika mereka mampu.”

Makna “Mengencangkan Sarung”

Para ulama berbeda pendapat tentang makna sabda Nabi “mengencangkan sarungnya”.

Sebagian ulama mengatakan bahwa itu adalah kiasan untuk kesungguhan dan keseriusan dalam ibadah. Sebagian ulama lainnya menafsirkannya sebagai menjauhi hubungan dengan istri, karena beliau menyibukkan diri dengan ibadah.

Memang diketahui bahwa Rasulullah juga beritikaf pada sepuluh malam terakhir, sementara orang yang sedang itikaf tidak diperbolehkan berhubungan dengan istrinya. Allah berfirman:

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

” … Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah…” (QS. Al-Baqarah: 187)

banner

Anjuran Membersihkan dan Memperindah Diri

Sebagian ulama salaf juga menganjurkan untuk mandi, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian yang baik pada malam-malam yang diharapkan menjadi Lailatul Qadar.

Hal ini sebagaimana dianjurkan untuk berhias ketika shalat. Allah berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid …” (QS. Al-A’raf: 31)

Namun para ulama mengingatkan bahwa hiasan lahir tidak akan sempurna tanpa hiasan batin, yaitu taubat kepada Allah, kembali kepada-Nya, dan merendahkan hati di hadapan-Nya.

BACA JUGA: Keutamaan Dzikir di Bulan Ramadhan: Pahala yang Dilipatgandakan

Allah berfirman:

وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ

” (Akan tetapi,) pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS. Al-A’raf: 26)

Karena itu, orang yang berdiri di hadapan Allah hendaknya menghiasi lahirnya dengan pakaian yang baik dan batinnya dengan pakaian takwa.

Penutup

Semoga Allah menghiasi kita dengan iman, membebaskan kita dari api neraka pada bulan yang mulia ini, menerima puasa dan shalat malam kita, serta memberikan kepada kita kebaikan di dunia dan di akhirat.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. []

SUMBER: AR ISLAMWAY

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119