Di tengah masyarakat, tersebar sebuah hadits yang menyatakan bahwa bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga bagian:
Sepuluh hari pertama adalah rahmat.
Sepuluh hari kedua adalah ampunan.
Sepuluh hari terakhir adalah pembebasan dari api neraka.
Teks hadits tersebut berbunyi:
أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ
“Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”
Status Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Mahamili dalam Amaliyyah (no. 293) dan Ibnu ‘Adi dalam Al-Kamil fi Dhu’afa (6/512). Namun, para ulama hadits menilai riwayat ini sebagai hadits dhaif (lemah), bahkan munkar.
BACA JUGA: Puasa dan Al-Qur’an, Pemberi Syafa’at di Bulan Ramadhan
Salah satu sebab kelemahannya adalah adanya perawi bernama Ali bin Zaid bin Jud’an. Para ulama jarh wa ta’dil memberikan penilaian negatif terhadapnya:
Yahya bin Ma’in berkata: “Ia dhaif dalam segala hal.”
Imam Ahmad mengatakan: “Dhaiful hadits.”
Ad-Daruquthni menyebutkan: “Fihi layyin (padanya terdapat kelemahan).”
Ali Al-Madini berkata: “Ia dhaif menurut kami.”
Adz-Dzahabi menyatakan bahwa ia seorang hafizh, namun tidak tsabt (tidak kuat hafalannya).
Hadits ini juga didhaifkan oleh sejumlah pakar hadits seperti Al-‘Aini dalam ‘Umdatul Qari, Al-Mundziri dalam At-Targhib wat Tarhib, serta Al-Albani dalam Takhrij Al-Misykah dan Silsilah Adh-Dhaifah (no. 871). Bahkan Abu Hatim Ar-Razi dalam Al-‘Ilal menilainya sebagai hadits munkar, karena bertentangan dengan riwayat-riwayat shahih lainnya.
Ramadhan Seluruhnya Penuh Rahmat
Riwayat-riwayat shahih menunjukkan bahwa rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka terdapat di seluruh bulan Ramadhan, bukan hanya pada sepertiganya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)
BACA JUGA: Ramadhan di Makkah dan Pahala 100 Ribu Bulan
Hadits shahih ini menunjukkan bahwa ampunan Allah terbuka sepanjang bulan Ramadhan bagi siapa saja yang berpuasa dengan iman dan penuh harap kepada-Nya.
Dengan demikian, tidak tepat membatasi rahmat, ampunan, dan pembebasan dari neraka hanya pada bagian-bagian tertentu dari Ramadhan. Seluruh bulan Ramadhan adalah musim kebaikan, rahmat, dan peluang besar untuk meraih ampunan serta keselamatan dari api neraka. []
DISARIKAN DARI TAUSIYAH USTADZ DR. FIRANDA ANDIRJA, Lc., MA.
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

