Home RamadhanApakah Marah Membatalkan Puasa?

Apakah Marah Membatalkan Puasa?

Ulama salaf menegaskan pentingnya menjaga akhlak saat berpuasa.

by Abu Umar
0 comments 101 views

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat merusak pahala, termasuk amarah. Lalu, apakah marah membatalkan puasa?

Secara hukum, marah tidak membatalkan puasa selama tidak menyebabkan seseorang melakukan hal yang memang membatalkan, seperti makan, minum, atau melakukan perbuatan terlarang lainnya. Namun, marah dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa jika disertai dengan ucapan kasar, pertengkaran, atau perbuatan dosa.

BACA JUGA:  Kenapa Dusta Membatalkan Pahala Puasa?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai. Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa menahan emosi adalah bagian penting dari kesempurnaan puasa. Orang yang mudah marah berarti belum menjaga hakikat puasanya secara sempurna.

Rasulullah juga mengingatkan:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

BACA JUGA: Pembatal-pembatal Puasa, Apa Saja?

Ulama salaf menegaskan pentingnya menjaga akhlak saat berpuasa. Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata:

إِذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُكَ وَبَصَرُكَ وَلِسَانُكَ عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَحَارِمِ، وَدَعْ أَذَى الْجَارِ، وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ

“Jika engkau berpuasa, maka hendaklah pendengaran, penglihatan, dan lisanmu juga berpuasa dari dusta dan hal haram. Tinggalkan menyakiti tetangga, dan jadilah engkau tenang serta berwibawa.”

Karena itu, meskipun marah tidak membatalkan puasa, seorang muslim hendaknya berusaha menahan emosi agar puasanya tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga sempurna pahalanya. Puasa sejati adalah puasa yang membentuk kesabaran, kelembutan, dan pengendalian diri. []

banner

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119