Home IbadahWajib Berdiri dalam Shalat Fardhu

Wajib Berdiri dalam Shalat Fardhu

Seorang muslim harus berusaha. Menunaikan shalat tepat waktu. Dalam keadaan berdiri. Di tempat yang suci.

by Abu Umar
0 comments 93 views

Berdiri dalam shalat wajib adalah rukun shalat.
Ia tidak boleh ditinggalkan.
Kecuali jika ada uzur syar’i.

Uzur itu seperti sakit.
Atau ketakutan yang sangat.
Atau kondisi lain yang benar-benar tidak mampu.

Jika seseorang meninggalkan berdiri dengan sengaja.
Padahal ia mampu.
Maka shalatnya batal.

Karena itu, tidak boleh shalat sambil duduk.
Selama masih mampu berdiri.
Tanpa uzur yang dibenarkan syariat.

Shalat seperti ini tidak sah.

BACA JUGA:  Hukum Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu

Dalilnya jelas.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan selainnya.
Dari Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu.

Beliau berkata,
“Aku menderita penyakit wasir.
Aku bertanya kepada Nabi ﷺ tentang shalat.”

Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
“Shalatlah sambil berdiri.
Jika tidak mampu, maka sambil duduk.
Jika tidak mampu, maka dengan berbaring.”

Hadits ini menunjukkan urutan.
Berdiri adalah yang pertama.
Duduk hanya jika tidak mampu berdiri.
Berbaring jika tidak mampu duduk.

Maka hukum ini sangat tegas.
Tidak boleh dibalik.
Dan tidak boleh diringankan tanpa alasan syar’i.

Selain itu, shalat wajib ditunaikan tepat waktu.
Tidak boleh diakhirkan.
Tanpa alasan yang dibenarkan agama.

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.”
(QS. An-Nisa: 103)

Ayat ini menegaskan kewajiban waktu.
Shalat tidak boleh ditunda.
Walaupun sedang sibuk.
Walaupun sedang bekerja.

Seorang muslim harus berusaha.
Menunaikan shalat tepat waktu.
Dalam keadaan berdiri.
Di tempat yang suci.

Di mana pun ia berada.
Ini termasuk kemudahan syariat.

Allah memuliakan umat ini.
Dengan menjadikan bumi sebagai masjid.
Dan sebagai alat bersuci.

Rasulullah ﷺ bersabda,
“Dijadikan bagiku bumi sebagai masjid dan alat bersuci.
Maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu shalat, hendaklah ia shalat.”

Hadits ini menunjukkan kelapangan.
Tidak harus di masjid.
Selama tempat itu suci.

BACA JUGA:  Hukum Berdoa dalam Shalat

Jika di sekitar tidak ada masjid.
Dan tidak memungkinkan shalat berjamaah.
Maka shalatlah di tempat yang bersih.

Boleh di kantor.
Boleh di rumah.
Boleh di perjalanan.

Kecuali di tempat yang dilarang.
Seperti kuburan.
Atau tanah hasil ghasab.
Dan tempat-tempat yang diharamkan lainnya.

Inilah kemudahan Islam.
Namun tetap menjaga rukun dan syarat.
Tanpa meremehkan kewajiban.

Wallahu a’lam. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119