Home KajianMenahan Marah

Menahan Marah

Ulama salaf lain, Sufyan Ats-Tsauri, pernah berkata, “Tidak ada obat bagi hati seperti menahan marah dan memaafkan.” Sebab hati yang ringan dari dendam akan lebih mudah menerima cahaya iman.

by Abu Umar
0 comments 103 views

Marah adalah letupan emosi yang muncul ketika hati tersinggung, tersakiti, atau merasa terancam. Sekilas, meluapkannya terasa melegakan. Namun para ahli sepakat, kemarahan yang meledak-ledak justru membawa banyak dampak buruk bagi kesehatan dan ketenangan jiwa. Karena itu, bijaklah bila kita berhati-hati. Amarah yang dibiarkan tumbuh akan mengikis iman dan merusak hubungan sesama manusia.

Para ulama salaf pun mengingatkan bahayanya. Al-Hasan Al-Basri berkata, “Marah itu membuka pintu keburukan. Siapa yang meluapkan marahnya, ia telah membuka pintu penyesalan bagi dirinya sendiri.” Ucapan ini mengisyaratkan bahwa sebagian besar kesalahan manusia terjadi ketika ia tidak mampu mengendalikan dirinya.

BACA JUGA: Malaikat Penjaga Gunung pun Marah

Suatu hari, Rasulullah ﷺ bertanya kepada para sahabat, “Siapa yang kalian anggap sebagai orang yang perkasa?” Para sahabat menjawab, “Orang yang tidak terkalahkan.” Namun Nabi ﷺ meluruskan, “Orang yang perkasa adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR. Muslim). Inilah standar kekuatan sejati: bukan pada otot dan suara keras, tetapi pada kemampuan menahan diri saat emosi sedang membara.

Abu Hurairah meriwayatkan, ada seorang laki-laki meminta wasiat kepada Nabi ﷺ. Beliau hanya menjawab, “Janganlah kamu marah.” Ia mengulang permintaan itu berkali-kali, dan jawaban Nabi ﷺ tetap sama. (HR. Bukhari). Seolah Nabi ﷺ ingin menegaskan bahwa mengendalikan amarah adalah kunci bagi seluruh kebaikan.

BACA JUGA: Hukum Cerai dalam Kondisi Marah

Ulama salaf lain, Sufyan Ats-Tsauri, pernah berkata, “Tidak ada obat bagi hati seperti menahan marah dan memaafkan.” Sebab hati yang ringan dari dendam akan lebih mudah menerima cahaya iman.

Nabi ﷺ pun memberikan cara praktis: bila marah dalam keadaan berdiri, duduklah. Bila belum reda, berbaringlah. Dan bila masih menyala, berwudhulah, karena “marah berasal dari setan yang diciptakan dari api, dan api dipadamkan dengan air.” (HR. Ahmad, Abu Daud).

Mengelola amarah bukan sekadar etika; ia adalah jalan menuju kesehatan jiwa dan kejernihan iman. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119