Akhir zaman bukan hanya ditandai dengan peristiwa-peristiwa besar seperti munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa, atau keluarnya Ya’juj dan Ma’juj. Ada tanda-tanda yang lebih halus, yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kaum Muslimin. Salah satunya adalah hilangnya khusyu’ dari hati orang-orang yang beribadah.
Ath-Thabrani meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Yang pertama kali diangkat dari umatku adalah khusyu’, sehingga engkau tidak akan melihat seorang pun yang khusyu’.”
Hadits ini menunjukkan betapa mulianya sifat khusyu’, namun sekaligus betapa rapuhnya ia ketika manusia lalai.
Khusyu’: Inti dari Shalat
Khusyu’ adalah hati yang tunduk, tenang, dan merasa diawasi oleh Allah ketika beribadah. Ia bukan sekadar gerakan fisik, tetapi kehadiran batin. Allah berfirman:
“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1–2)
BACA JUGA: Adakah Makhluk Allah yang Tahu Tanda-tanda Kiamat Besar?
Ulama salaf sangat menekankan pentingnya khusyu’. Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
“Setiap shalat yang tidak ada kekhusyu’an di dalamnya, maka ia lebih cepat ditolak daripada diterima.”
Maka, ketika khusyu’ diangkat dari hati umat, itu pertanda bahwa ruh ibadah mulai hilang, dan shalat hanya tersisa sebagai ritual fisik tanpa makna.
Peringatan dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu
Sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu menambahkan peringatan serupa: “Yang pertama kali hilang dari agama kalian adalah khusyu’, dan yang terakhir kali hilang dari agama kalian adalah shalat. Kadang-kadang seseorang yang shalat tidak ada kebaikannya, dan hampir-hampir engkau masuk masjid tanpa menjumpai di dalamnya seorang pun yang khusyu’.”
Ungkapan ini sangat dalam. Artinya, umat Islam bisa jadi tetap mendirikan shalat secara lahiriah, tetapi esensinya telah terkikis. Pada akhirnya, shalat pun ditinggalkan, sehingga agama tinggal nama tanpa amal.
Ulama Salaf Tentang Hilangnya Khusyu’
Ibn Rajab Al-Hanbali rahimahullah dalam Jami’ al-‘Ulum wal-Hikam menegaskan: “Jika hati telah dipenuhi oleh kelalaian dan cinta dunia, maka khusyu’ menjadi sesuatu yang langka. Dan hilangnya khusyu’ merupakan awal dari runtuhnya ibadah seorang hamba.”
Demikian pula, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan: “Shalat yang dikerjakan tanpa khusyu’ bagaikan tubuh tanpa ruh. Ia tetap ada wujudnya, tetapi tanpa kehidupan.”
Pernyataan ulama salaf ini memperkuat bahwa kehilangan khusyu’ bukan sekadar kelemahan kecil, melainkan sebuah musibah besar yang membuka jalan kepada kerusakan umat.
Hilangnya Khusyu’ Sebagai Tanda Zaman
Fenomena masjid penuh namun hati lalai, lisan sibuk berzikir tetapi pikiran melayang, adalah realitas yang sering kita saksikan. Seakan-akan sabda Nabi ﷺ benar-benar terjadi di hadapan mata kita: khusyu’ terangkat, dan shalat menjadi rutinitas tanpa penghayatan.
Imam Al-Qurtubi rahimahullah dalam Al-Mufhim berkata: “Khusyu’ adalah cahaya dalam hati. Jika cahaya itu padam, maka tubuh tetap bergerak, tetapi hati mati. Inilah yang akan banyak terjadi menjelang akhir zaman.”
BACA JUGA: Di Akhir Zaman, Kebodohan Menyebar hingga Tak Ada yang Bisa Jadi Imam Masjid
Penutup
Hilangnya khusyu’ adalah peringatan keras bagi umat Islam. Ia menandai lemahnya hubungan dengan Allah, dan sekaligus tanda akhir zaman sebagaimana disebutkan Nabi ﷺ.
Maka, setiap Muslim dituntut untuk menjaga kekhusyu’an dalam shalatnya: dengan memperbanyak zikir, menghadirkan hati, dan membersihkan diri dari cinta dunia. Karena ketika khusyu’ terangkat, kita hanya akan menyaksikan tubuh-tubuh yang rukuk dan sujud, namun hatinya kosong dari rasa takut kepada Allah.
Ibnul Qayyim rahimahullah pernah menasihati: “Jika engkau ingin tahu bagaimana kedudukanmu di sisi Allah, maka lihatlah bagaimana keadaan hatimu ketika engkau berdiri di hadapan-Nya dalam shalat.”
Semoga Allah menjaga hati kita dari lalai, meneguhkan khusyu’ dalam ibadah, dan menjadikan shalat kita cahaya di dunia serta penolong di akhirat. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

