Home KajianTalbis Iblis atas Ulama yang Sempurna Ilmunya

Talbis Iblis atas Ulama yang Sempurna Ilmunya

Abu Darda berkata satu kali: "Celakalah orang yang tidak tahu." Dan berkata tujuh kali: "Celakalah orang yang tahu, atau dia berilmu, tetapi tidak mengamalkan ilmunya.

by Abu Umar
0 comments 200 views

Ibnul Jauzi menyatakan; Ada sejumlah orang yang mempunyai semangat tinggi sehingga berhasil menguasai berbagai disiplin ilmu syariat; seperti ilmu al-Qur-an, hadits, fiqih, juga sastra. Terhadap orang-orang seperti inilah Iblis datang dengan tipu muslihatnya yang samar, kemudian ia membuat mereka menilai diri sendiri sebagai ‘orang besar’, karena sudah mendapatkan berbagai ilmu syariat dan bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Di antara mereka ada juga yang terpikat oleh tipu daya Iblis sebab kelelahannya yang panjang dalam menuntut ilmu. Terhadap orang yang demikian, Iblis pun membayangkan indahnya kesenangan hidup di matanya.

Iblis kemudian berbisik kepadanya: “Mau sampai kapan kau akan bersusah payah seperti ini? Beristirahatlah dari segala tuntutan, dan biarkanlah jiwamu merasakan kesenangan. Sungguh, kalau toh kamu terjatuh dalam kesalahan, ilmumu akan menepiskan hukuman atas dirimu.” Iblis juga menjelaskan keutamaan yang dimiliki ulama kepadanya.

BACA JUGA:  Talbis Iblis terhadap Para Penceramah, Pemberi Nasihat, dan Penutur Kisah

Jika hamba Allah tidak mendapat pertolongan-Nya dan mau menerima tipu daya Iblis ini, niscaya dia akan celaka. Namun apabila diberikan taufik untuk melawan tipu daya Iblis itu, sepatutnya dia berseru kepada musuh Allah ini: “Jawaban untukmu ada tiga.

“Pertama; Para ulama diberi keutamaan karena ilmu; namun apabila tidak diamalkan, ilmu tersebut tidak berguna baginya sedikit pun. Maka, jika tidak mengamalkan ilmuku pasti aku menjadi orang yang tidak paham tujuan, seperti orang yang menghimpun dan memberikan makanan kepada orang-orang yang lapar tetapi dia sendiri tidak ikut makan sehingga tidak berguna dalam menghilangkan rasa laparnya.

“Kedua; Aku harus menentangmu karena mengingat celaan atas orang yang tak mengamalkan ilmu. Misalnya kisah Nabi mengenai seorang laki-laki yang dicampakkan ke dalam Neraka, yang ususnya terburai, yang mengakui: ‘Aku mengajak kepada kebaikan, tetapi aku sendiri tidak melakukannya. Aku melarang dari kemungkaran, namun aku sendiri melakukannya.’ Abu Darda berkata satu kali: “Celakalah orang yang tidak tahu.” Dan berkata tujuh kali: “Celakalah orang yang tahu, atau dia berilmu, tetapi tidak mengamalkan ilmunya.

BACA JUGA:  Talbis Iblis terhadap Ahli Hadits

“Ketiga; Aku mengingat-ingat hukuman untuk orang berilmu yang celaka karena tidak mengamalkan ilmunya, seperti kamu (Iblis). Kiranya firman Allah berikut cukup sebagai kecaman terhadap orang berilmu yang tidak mau mengamalkan ilmunya:

.. كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا ….

… Seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal….’ (QS. Al-Jumu’ah [62]: 5)” []

Sumber: Al-Muntaqa An-Nafis min Talbîs Iblîs (Talbis Iblis – Tipu Daya dan Perangkap Iblis ddalam Upaya Menjerumuskan Manusia Ke Jurang Kehancuran / Penulis: Ibnul Jauzi / Penerbit: : Dar Ibnul Jauzi Riyadh KSA / Cet. I 1429 Η / Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Keenam Jumadil Ula 1442 H / Desember 2020 M

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119