Home IbadahShalat Tahajjud, Haruskah Tidur Dahulu?

Shalat Tahajjud, Haruskah Tidur Dahulu?

Secara keutamaan, baik shalat malam sebelum tidur maupun tahajjud setelah tidur sama-sama memiliki pahala besar. Nabi ﷺ bersabda: “Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

by Abu Umar
0 comments 271 views

Shalat tahajjud adalah salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah ﷻ. Ia merupakan bagian dari qiyamullail yang dilakukan di waktu malam, setelah tidur, hingga menjelang terbit fajar. Allah ﷻ memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk melaksanakan tahajjud dalam firman-Nya:

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah tambahan bagimu); mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

Para ulama menjelaskan bahwa kata tahajjud berasal dari “hajada” yang artinya meninggalkan tidur, sehingga secara bahasa shalat tahajjud dilakukan setelah seseorang tidur lebih dahulu. Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menyebutkan: “Tahajjud adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah tidur, di waktu malam.”

BACA JUGA: Keutamaan Sepertiga Malam Terakhir: Saat Terbaik untuk Dekat dengan Allah

Hal ini juga dikuatkan oleh hadis dari Al-Hajjaj bin ‘Amr r.a., bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Apakah salah seorang dari kalian mengira jika ia bangun malam hingga waktu subuh lalu shalat, itu dinamakan tahajjud? Sesungguhnya tahajjud itu adalah shalat setelah tidur, kemudian shalat lagi setelah tidur, itulah tahajjud.” (HR. Hakim, dan dinyatakan sahih oleh Al-Albani)

Dengan demikian, para ulama sepakat bahwa syarat utama shalat tahajjud adalah adanya tidur sebelumnya, walaupun hanya sebentar. Jika seseorang bangun malam tanpa tidur lebih dahulu, shalat yang ia lakukan termasuk qiyamullail atau shalat malam, namun tidak secara khusus disebut tahajjud.

Meski demikian, secara keutamaan, baik shalat malam sebelum tidur maupun tahajjud setelah tidur sama-sama memiliki pahala besar. Nabi ﷺ bersabda: “Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

BACA JUGA: Kenapa Sulit Laksanakan Tahajjud?

Banyak sahabat dan ulama salaf yang membagi malam mereka menjadi dua bagian: tidur lebih awal, lalu bangun untuk tahajjud di sepertiga malam terakhir. Waktu ini adalah waktu yang paling utama karena Allah ﷻ turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya.

Kesimpulannya, untuk meraih keutamaan tahajjud sebagaimana yang diajarkan Nabi ﷺ, seseorang dianjurkan tidur terlebih dahulu meskipun sebentar. Namun jika khawatir tidak bisa bangun, shalat malam sebelum tidur juga tetap mulia di sisi Allah ﷻ. []

Referensi:
Al-Qur’an, QS. Al-Isra’: 79
An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab
HR. Hakim no. 1155, disahihkan Al-Albani
HR. Muslim no. 1163

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119