Terkadang, akan ada rasa berat dan ragu dalam hati kita saat hendak memberikan sesuatu yang paling kita cintai. Padahal, Allah Ta’ala telah mengingatkan kita melalui firman-Nya:
وَتُحِبُّونَ ٱلْمَالَ حُبًّا جَمًّا
“Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” (QS. Al-Fajr: 20).
Rasa cinta kepada harta memang sudah menjadi fitrah manusia. Namun, fitrah itu perlu dikendalikan agar tidak berubah menjadi penyakit hati. Sebab, terlalu mencintai harta hanya akan membuat kita lupa bahwa semua yang ada di tangan kita hanyalah titipan dari Allah. Imam Ahmad rahimahullah pernah berkata, “Harta itu hanyalah amanah. Jika kita memanfaatkannya di jalan kebaikan, ia menjadi kebaikan bagi kita. Jika tidak, maka ia akan menjadi musibah.”
BACA JUGA: Tangisan Seorang Hartawan Surga
Allah juga memperingatkan kita dalam ayat lain:
وَإِنَّهُۥ لِحُبِّ ٱلْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
“Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.” (QS. Al-‘Adiyat: 8).
Betapa banyak manusia yang hatinya keras karena kecintaan mereka yang berlebihan terhadap harta. Rasa bakhil membuat mereka sulit mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan, bahkan kepada keluarganya sendiri. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda, “Tak akan berkurang harta karena sedekah, tetapi akan bertambah, bertambah, dan bertambah.” (HR. Muslim).
Kita harus sadar bahwa semua yang kita miliki hanyalah pemberian Allah. Kita tidak punya daya dan kekuatan apa pun kecuali atas izin-Nya. Harta yang kita kumpulkan dengan susah payah tidak akan pernah bisa kita bawa saat menghadap-Nya, kecuali yang sudah kita infakkan di jalan-Nya. Sebagaimana perkataan Ibnu Qayyim rahimahullah, “Harta yang sebenarnya milikmu adalah yang engkau sedekahkan, bukan yang engkau simpan.”
Dalam kehidupan ini, kita hanya dituntut untuk mencintai sesuatu secara wajar. Jangan biarkan hati kita terikat terlalu kuat pada dunia hingga lupa akhirat. Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah menasihati, “Zuhud bukanlah meninggalkan harta, tetapi zuhud adalah ketika harta tidak menguasai hatimu.”
Betapa banyak kisah orang-orang shalih yang rela memberikan apa yang paling mereka cintai demi meraih ridha Allah. Karena mereka yakin, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.
BACA JUGA: Orang Mukmin dan Harta Kekayaan
Allah Ta’ala berfirman:
لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ
“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92).
Setiap kali muncul rasa berat saat hendak bersedekah atau membantu orang lain, ingatlah bahwa itu adalah bisikan syaitan yang ingin menghalangi kita dari kebaikan. Jangan biarkan rasa bakhil mengalahkan kita. Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Seandainya manusia tahu betapa besar pahala bersedekah, niscaya mereka akan lebih banyak memberi daripada menahan.”
Akhirnya, marilah kita berdoa agar Allah membersihkan hati kita dari rasa bakhil dan cinta dunia yang berlebihan. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang senantiasa menginfakkan harta yang dicintainya demi menggapai keridhaan Allah, karena sesungguhnya itulah harta yang akan menemani kita kelak di akhirat. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

