Utang piutang bukan hanya soal hitung-hitungan materi. Dalam Islam, utang adalah amanah besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Ta’ala. Karena itulah, ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk sangat berhati-hati dalam berutang dan bersegera untuk melunasinya.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR Bukhari). Hadis ini menjadi peringatan keras bahwa utang yang diambil tanpa niat baik atau dengan niat mempermainkan, bukan hanya mendatangkan dosa, tetapi juga kehancuran di dunia maupun akhirat.
BACA JUGA: Orang yang Memberi Utang
Utang yang disengaja tidak dibayar juga menjadi penghalang besar untuk mendapatkan ampunan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR Muslim). Dari sini kita belajar, bahkan amalan sebesar mati syahid pun tidak cukup untuk menghapuskan dosa utang yang belum diselesaikan.
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Utang adalah belenggu bagi seorang mukmin di dunia dan di akhirat, maka jangan engkau bebani dirimu dengan utang kecuali terpaksa.” Perkataan ini mengingatkan kita, betapa berharganya kebebasan dari lilitan utang.
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah juga berpesan, “Hendaklah seseorang tidak meremehkan utang meskipun sedikit, karena sedikit demi sedikit menjadi banyak dan akhirnya memberatkan dirinya sendiri.” Sikap meremehkan utang, apalagi sengaja menunda pembayarannya, hanya akan membawa penyesalan.
Di sisi lain, Islam tetap mengajarkan adab dan kebaikan bagi orang yang berutang maupun yang memberi utang. Bagi yang berutang, dianjurkan untuk selalu berniat kuat melunasi. Nabi ﷺ bersabda, “Siapa yang berutang dan berniat akan melunasinya, Allah akan menolongnya untuk melunasi.” (HR Bukhari). Sedangkan bagi yang memberi utang, dianjurkan untuk bersabar dan memberi kelonggaran kepada yang kesulitan membayar.
BACA JUGA: Jika Wafat Tinggalkan Utang
Dengan demikian, utang bukan hanya soal uang. Ia adalah amanah, ujian, sekaligus pengingat akan tanggung jawab kita sebagai hamba. Maka, barangsiapa yang terpaksa berutang, niatkanlah untuk melunasinya secepat mungkin. Dan barangsiapa yang mampu, hendaklah membantu saudaranya yang kesulitan.
Semoga Allah menjauhkan kita dari utang yang memberatkan dan menjadikan kita hamba-Nya yang senantiasa menjaga amanah. Aamiin. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

