Para ulama banyak membahas tentang al-Kabā ir (dosa-dosa besar). Di antara mereka ada yang membahas al-kaba ir dalam kitab tersendiri, dan ini sangat banyak, akan tetapi yang telah dicetak di antaranya:
1- Abu Bakr Ahmad bin Harun al-Bardiji (wafat: 310 H) dalam جُزْءً فِيهِ مَنْ رَوَى عَنِ النَّبِي مِنَ الصَّحَابَةِ فِي kitabnya yang berjudul الكبابر. Ini adalah risalah pertama yang ditemukan membahas secara khusus tentang dosa-dosa besar. 133 Di dalam risalah yang tipis ini penulis menyebutkan 11 sahabat yang meriwayatkan dari Nabi tentang dosa-dosa besar.
2- Adz-Dzahabi (wafat: 748 H) dalam kitabnya al-Kaba ir.
3- Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitabnya az-Zawajir ‘an Iqtiraf al-Kaba ir.
BACA JUGA: 2 Klasifikasi Dosa Besar
4- Ahmad asy-Syarif al-Barqawi dalam kitabnya: al-‘Umdah bi-Tamyiz al-Kabā ir.
5- Ahmad asy-Syarif al-Barqawi dalam kitabnya: al-‘Umdah bi Tamyîz al-Kabā ir.
Di antara para ulama ada juga yang membahas tentang al-Kabā ir namun tidak dalam suatu kitab khusush. Di antaranya:
1- Al-Imam Ibnu Mandah dalam kitabnya al-Iman, (2/544 dan seterusnya).
2- Al-Imam Al-Lalaka i dalam kitabnya Syarh Ushûl I’tiqåd Ahl as-Sunnah, (6/1103 dan seterusnya).
3- Al-Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya: ‘I’lâm al-Muwaqqi’in, (6/569-584), beliau hanya mencukupkan dengan menyebut dosa-dosa besar saja dalam sebuah pasal فَصْلُ تَعْدَادِ الْكَبابر “Pasal Penyebutan dosa-dosa besar”. Beliau juga membahas sebagian dosa besar di al-Jawab al-Kafi, hlm. 126 dan seterusnya, (Ibnul Qayyim memiliki sebuah kitab khusus yang berjudul “al-Kaba ir” sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab al-Hanbali di Dzail Thabaqat al-Hanabilah (2/450), akan tetapi kitab tersebut belum ditemukan)
4- Al-Imam Ibnu An-Nahhas dalam kitabnya: Tanbih al-Ghafilin, hlm. 119 dan seterusnya.
Secara umum, dalam mengklasifikasikan dosa-dosa besar para ulama menempuh salah satu dari tiga metode berikut:
Pertama: Pembagian berdasarkan jenis pelanggaran terkait dengan hak Allah atau hak para hamba.
Yang terkait dengan hak Allah, seperti; meninggalkan salat dan meninggalkan puasa. Yang terkait dengan hak orang lain, seperti; tidak membayar zakat, membunuh, merampas harta orang lain, dan mencaci orang lain. Metode ini digunkan oleh Dr. Wahbah az-Zuhaili. (Dalam kitab beliau al-Fiqh al-Islami wa-Adillatuh, (7/5556-5557), meskipun klasifikasi tersebut beliau sebutkan terkait dengan dosa secara umum, baik dosa besar maupun dosa kecil)
Kedua: Pembagian berdasarkan pelanggaran anggota tubuh
1. Dosa besar berkaitan dengan hati seperti; Syirik kepada Allah, al-ishrår (terus menerus) bermaksiat, putus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari makar Allah.
2. Dosa besar berkaitan dengan lisan, seperti; persaksian palsu, menuduh wanita baik-baik berzina, sumpah palsu, dan sihir.
3. Dosa besar berkaitan dengan perut, seperti; minum khamr, makan harta anak yatim, dan makan hasil riba
4. Dosa besar berkaitan dengan kemaluan, seperti; zina dan liwat (homo seksual).
5. Dosa besar berkaitan dengan tangan, seperti; membunuh dan mencuri.
6. Dosa besar terkait dengan kaki, seperti; kabur dari medan jihad.
BACA JUGA: Dosa Kecil dan Dosa Besar
7. Dosa berkaitan seluruh anggota tubuh, seperti; durhaka kepada kedua orang tua.
Metode ini digunakan oleh Abu Thalib al-Makki sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim (Lihat: Al-Jawab al-Kafi, Ibnul Qayyim (cet: Darul Ma’rifah) hlm. 126)
Ketiga: Pembagian berdasarkan tingkatan besarnya dosa-dosa besar.
Ini merupakan metode yang digunakan oleh Imam adz-Dzahabi, di mana beliau memulainya dengan menyebutkan dosa-dosa yang terburuk, baru menyebutkan dosa-dosa lainnya. []
Sumber: Syarah Al-Kabair, Dosa-Dosa Besar, karya Imam Adz-Dzahabi Asy-Syafi’i / Penulis: Dr. Firanda Andirja, Lc., ΜΑ. / Penerbit UFA Office / Cetakan: Pertama, 2024
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

