Home Kajian7 Bentuk Dusta atas Nama Allah

7 Bentuk Dusta atas Nama Allah

Beramal dengan hadis yang lemah apalagi yang palsu, baik dalam fadhlail al-a’mal apalagi dalam masalah hukum-hukum.

by Abu Umar
0 comments 125 views

Banyak manusia yang berdusta atas nama Allah. Bentuk-bentuk berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya secara sengaja ada banyak bentuk, di antaranya:

1. Berkomentar atau menjawab dalam masalah agama tanpa ilmu yang benar, baik komentarnya (kebetulan) benar apalagi jika salah.

Allah SWT berfirman menyebutkan empat jenis dosa yang menjadi penyebab timbulnya semua dosa, “Katakanlah: ‘Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengaharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui,” (QS. Al-A’raf: 33).

Termasuk di dalamnya mengatakan mubah terhadap sesuatu yang dilarang dan sebaliknya. Atau mengatakan sunnah sesuatu yang wajib dan sebaliknya. Atau mengatakan haram sesuatu yang halal dan sebaliknya.

BACA JUGA:  Setan Turun kepada Pendusta

2. Mengklaim bahwa dirinya didatangi oleh malaikat Jibril. Ini jelas kedustaan atas nama Allah SWT, karena Jibril itu hanya turun mendatangi manusia atas perintah Allah SWT.

3. Mengklaim bahwa dia melihat Nabi ﷺ dalam mimpinya padahal dia sendiri tidak mengetahui bagaiman ciri-ciri fisik Rasulullah SAW.

4. Mengklaim bahwa dia menerima suatu ajaran baru dari Allah atau Rasul-Nya dalam mimpi.

5. Meyakini atau berbuat bid’ah dalam agama, baik bid’ah berupa keyakinan, ucapan maupun amalan. Baik dia yang menjadi pencetus bid’ah tersebut maupun dia hanya sekedar ikut-ikutan.

6. Menceritakan atau membenarkan hadis yang lemah sekali atau yang palsu, dengan meyakini bahwa Nabi ﷺ pernah mengucapkannya.

BACA JUGA: Dusta, Terlarang bagi Seorang Muslim

7. Menceritakan atau menisbatkan suatu hadis dari Nabi ﷺ padahal dia belum mengetahui keadaan sebenarnya dari hadis tersebut, apakah shahih atau lemah.

8. Beramal dengan hadis yang lemah apalagi yang palsu, baik dalam fadhlail al-a’mal apalagi dalam masalah hukum-hukum.

9. Menyebarkan pemikiran yang menyimpang lantas mengatas namakan Islam, semisal mengatakan bom bunuh diri sebagai jihad dan semacamnya. []

Sumber: 1001 Siksa Alam Kubur/Karya: Ust. Asan Sani ar Rafif/Penerbit: Kunci Iman

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119