Home SirahCara Nabi Hadapi Sikap Cemburu Aisyah (2-Habis)

Cara Nabi Hadapi Sikap Cemburu Aisyah (2-Habis)

by Abu Umar
0 comments 156 views

Nabi paham ke mana arah pembicaraan ini dan apa makna di belakangnya. Tetapi, beliau bergeming, tak bereaksi. Beliau hanya tersenyum, iba betapa ia tak berdaya. Mungkin, hal serupa berputar ulang di lain waktu dengan cara berbeda. Berkata Aisyah jauh hari setelah itu, “Wahai Rasulullah, jika engkau turun ke sebuah lembah, di situ ada dua pohon, yang satu sudah dimakan ternak, yang satu lagi tidak, lalu di pohon yang mana untamu akan kau gembalakan?”

“Di pohon yang tidak digembalai ternak,” jawab Nabi ”

“Akulah itu!” tegas Aisyah.

BACA JUGA: Aisyah binti Abu Bakar

Tentu saja, jalan pikiran Aisyah di atas tidak sejalan dengan pikiran Nabi. Beliau juga tak memberinya lebih dari batas yang harus diterimanya. Sebab, tak mungkin gara-gara itu beliau lalu memperlakukan istri-istri yang lain secara tak adil. Maka, tak diberinya Aisyah hak istimewa di atas hak yang lain.

Semua diperlakukan sama oleh Nabi. Ketika tebersit di hatinya kecenderungan kuat pada Aisyah, cepat-cepat Nabi mengendalikan diri dan berjuang menundukkannya. Bila tidak berhasil, dan hatinya tetap dikuasai wajah Aisyah, buru-buru beliau merunduk sambil mengangkat tangan, merendahkan diri di hadapan Tuhan.

“Ya Allah, inilah pembagian yang mampu kulakukan, maka jangan siksa aku dalam hal yang tak mampu kulakukan,” demikian lantunan bait doa beliau.

Di mata Nabi, kecemburuan Aisyah adalah hal wajar yang bisa ditoleransi. Seolah beliau melihat, itu adalah te-kanan naluriah yang menjelma hawa nafsu.

Tekanan yang berada di luar batas kemampuan manusiawi. Karena itu, tak layak ia dihukum atau diberi sanksi. Bahkan, Nabi menilai kecemburuan Aisyah itu adalah bukti kalau ia tak bisa hidup tanpa beliau. Nabi jadi kasihan padanya dan tak henti membujuknya dengan halus. Maka diterimanya letupan kewanitaan itu dengan lapang sekali waktu, dengan umpatan di waktu lain, atau dengan sikap masa bodoh.

Tetapi, bila kecemburuan Aisyah kelewat batas, Nabi tak tinggal diam. Pernah sekali waktu, saking cemburunya kepada Shafiyyah bint Huyay Aisyah berkata kepada Nabi mengungkap aibnya, “Cukuplah padamu kalau Shafiyyah itu hanyalah perempuan kerdil.”

BACA JUGA: Aisyah Sangat Gemar Bersedekah

Mendengar celaan itu Nabi marah. Amarahnya tak terbendung seraya bersabda, “Tutup mulutmu, Aisyah! Kau telah melontarkan kata-kata yang seandainya diaduk dengan air taut, niscaya ia akan ternoda.”

Nabi ingin agar Aisyah bersikap lembut dan ramah, tidak keras, dan tidak menuruti hawa nafsu. Beliau bersabda, “Aisyah, Allah itu Maharamah dan menyukai keramahan. Bila keramahan tercerabut dari sesuatu, ia akan membuatnya aib dan hina. Sebaliknya, jika diletakkan di atas sesuatu, ia akan menghiasinya. Karena itu, kamu harus bersikap ramah!” []

HABIS

Sumber: Bilik-bilik Cinta Muhammad/ NizarAbazhah/ Zaman/ Jakarta, 2015

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119