Home TsaqofahBuruknya Ghibah

Buruknya Ghibah

by Abu Umar
0 comments 76 views

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ طَبْعُهُ طَبْعُ خِنْزِيرٍ يَمُرُّ بِالطَّيِّبَاتِ فَلَا يَلْوِي عَلَيْهَا، فَإِذَا قَامَ الْإِنْسَانُ عَنْ رَجِيعِهِ قَمَّهُ، وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ يَسْمَعُ مِنْكَ وَيَرَى مِنَ الْمَحَاسِنِ أَضْعَافَ أَضْعَافِ الْمَسَاوِئِ فَلَا يَحْفَظُهَا وَلَا يَنْقُلُهَا وَلَا تُنَاسِبُهُ، فَإِذَا رَأَى سَقْطَةً أَوْ كَلِمَةً عَوْرَاءَ وَجَدَ بُغْيَتَهُ وَمَا يُنَاسِبُهَا فَجَعَلَهَا فَاكِهَتَهُ وَنُقْلَهُ.

“Diantara manusia ada yang tabiatnya seperti tabiat babi. Ia melewati makanan yang baik, dia tidak menoleh sama sekali. Justru jika ada orang yang selesai membuang hajatnya, dia melahapnya hingga bersih.

BACA JUGA: Ghibah, Bagai Emas Sepuhan

Demikianlah mayoritas manusia, dia mendengar banyak kebaikanmu, sekaligus dia melihat langsung kebaikan itu berkali-kali lipat melebihi kejelekannya, sayangnya dia tidak menjaganya, menceritakannya, dan menurutnya tidak cocok.

Sekali ia melihat satu ketergelinciran, atau ucapan yang keliru, seakan ia telah menemukan barang incarannya.

BACA JUGA: Tetap Tenang Dighibahi

Lalu ia menjadikannya bagai buah yang segar, dan menukilnya kesana-kemari.”

[Madârijus Sâlikîn 406/1 (via al-Maktabah asy-Syâmilah)]

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119