Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ طَبْعُهُ طَبْعُ خِنْزِيرٍ يَمُرُّ بِالطَّيِّبَاتِ فَلَا يَلْوِي عَلَيْهَا، فَإِذَا قَامَ الْإِنْسَانُ عَنْ رَجِيعِهِ قَمَّهُ، وَهَكَذَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ يَسْمَعُ مِنْكَ وَيَرَى مِنَ الْمَحَاسِنِ أَضْعَافَ أَضْعَافِ الْمَسَاوِئِ فَلَا يَحْفَظُهَا وَلَا يَنْقُلُهَا وَلَا تُنَاسِبُهُ، فَإِذَا رَأَى سَقْطَةً أَوْ كَلِمَةً عَوْرَاءَ وَجَدَ بُغْيَتَهُ وَمَا يُنَاسِبُهَا فَجَعَلَهَا فَاكِهَتَهُ وَنُقْلَهُ.
“Diantara manusia ada yang tabiatnya seperti tabiat babi. Ia melewati makanan yang baik, dia tidak menoleh sama sekali. Justru jika ada orang yang selesai membuang hajatnya, dia melahapnya hingga bersih.
BACA JUGA: Ghibah, Bagai Emas Sepuhan
Demikianlah mayoritas manusia, dia mendengar banyak kebaikanmu, sekaligus dia melihat langsung kebaikan itu berkali-kali lipat melebihi kejelekannya, sayangnya dia tidak menjaganya, menceritakannya, dan menurutnya tidak cocok.
Sekali ia melihat satu ketergelinciran, atau ucapan yang keliru, seakan ia telah menemukan barang incarannya.
BACA JUGA: Tetap Tenang Dighibahi
Lalu ia menjadikannya bagai buah yang segar, dan menukilnya kesana-kemari.”
[Madârijus Sâlikîn 406/1 (via al-Maktabah asy-Syâmilah)]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

