Sabtu, 7 November 2026

Kesalahan dalam Berinteraksi dengan Al-Qur’an

Ramadhan

Bagi seorang muslim, sudah sewajarnya Al-Qur’an menjadi bagian dari aktifitas keseharian. Mulai dari membacanya, mempelajarinya, ataupun menghapalkannya.

Berinteraksi dengan Al-Qur’an harus menjadi kebutuhan, selayaknya kebutuhan manusia pada hal-hal pokok penunjang hidup.

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus kita waspadai terkait cara kita memperlakukan Al-Qur’an. Kesalahan perlakuan yang bisa jadi masih dilakukan sebagian muslim.

Pertama, tidak menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai aktifitas prioritas. Al-Qur’an dibaca hanya ketika ada sisa waktu dintara himpitan kesibukan

Kedua, mempelajari dan menghayati Al-Qur’an ketika sadar. Ketika merasa lelah atau futur, justru malah menjauhi Al-Qur’an.

Ketiga, membaca dan menghayati Al-Qur’an hanya ketika terkena musibah. Saat mendapatkan ujian atau musibah, baru merasa butuh dengan Al-Qur’an.

Keempat, bersama Al-Qur’an hanya ketika dirasa mendatangkan keuntungan. Mengamalkan apa yang menguntungkan baginya saja.

Al-Qur’an adalah petunjuk yang sempurna. Cahaya yang menerangi gelapnya jalan kehidupan, menunjukkan ke arah yang memberi keselamatan. Selama nafas masih terhela, tidak ada kata berhenti untuk bersamanya. []

referensi: Tadabbur ayat-Ayat Keluarga – KH. Bachtiar Natsir

Tinggalkan komentar