Home SirahMuhammad dan Kota Mekkah

Muhammad dan Kota Mekkah

by Abu Umar
0 comments 60 views

Dzikir dan Tafakur Muhammad di Gua Hira

Di negeri yang aman ini, di sekitar Ka’bah ini, hanya berisi manusia-manusia bengis yang menindas manusia-manusia lemah manusia-manusia sombong yang memperbudak manusia-manusia malang, manusia-manusia yang memandang para budak sebagai binatang, bahkan lebih rendah daripada itu. Hak-hak para budak itu tidak pernah diperhatikan.

Di negeri ini, di sekitar Ka’bah ini, begitu banyak dosa: orang-orang mendapatkan kehidupan dari hasil riba dan jual beli yang aneh, di sana berlaku hukum rimba: yang kuat memakan yang lemah bayi-bayi perempuan dikubur hidup-hidup, kaum perempuan direndahkan.

BACA JUGA: Saat Terjadi Fathu Mekkah (1)

Orang-orang meminum minuman keras secara berlebihan hingga menyebabkan mereka melakukan dosa-dosa lain, mereka berzina secara terang-terangan mereka berjudi.

Ya Robbi! Tidak ada dosa yang tak mereka kerjakan.

Engkau telah mengutus Ibrahim untuk menyebarkan ajaran yang lurus membangun rumah-Mu di sini, menegakkan agama-Mu di sini. Tapi, kini, orang-orang tidak mendapatkan semua itu dan membuat tuhan sendiri.

Ya Robbi! Engkau Maha Besar. Sampai kapan ini akan berlangsung?

Muhammad teringat akan hari-harinya yang menyenangkan di Mekkah. Ia memiliki orang-orang yang ia kasihi dan sayangi. Ada paman yang sangat penyayang, Abu Thalib, serta anaknya, Ali. Juga ada paman paman yang lain: Hamzah “Si Pemburu Singa”, Abbas, dan Abu Lahab. Ada sang istri, Khadijah, perempuan agung yang penuh cinta dan telah memberi empat buah hati. Di sisi Khodijah, Muhammad merasakan kasih sayang yang tak putus-putus. Muhammad juga memiliki Zaid, seorang pelayan yang kemudian dijadikan anak angkat. Dalam keluarga ini, Muhammad merasakan ketenangan, kebahagiaan, dan kedamaian.

BACA JUGA: Dzikir dan Tafakur Muhammad di Gua Hira

Muhammad juga teringat dengan orang-orang yang baik hati. Ada Abu Bakar, Ustman, Thalhah, Zubair, Sa’d, Saad, Abu Ubaidah, Abdurrahman bin Auf, Al-Arqom Ibnu Abu Al-Arqom dan lain-lain. Mereka adalah kalangan orang tua dan pemuda yang merasakan ketidaknyamanan berdampingan dengan orang-orang sesat.

Namun apa yang dapat mereka lakukan untuk menghadapi orang-orang Quraisy yang berkubang dalam tradisi jahiliyah? []

Sumber: Sahabat Muhammad, Kisah Cinta Generasi dan Pergulatan Iman Generasi Muslim Awal, Karya: Dr. Nizar Abasyah, Penerbit: Zaman, Cetakan 1, 2014

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119