Abdullah bin Ahmad menyebutkan dalam Az-Zuhud, karya ayahnya, dari Muhammad bin Sirin; bahwasanya ketika dililit hutang, beliau merasa gundah lalu berkata: “Aku benar-benar yakin bahwa kegundahan ini disebabkan suatu dosa yang kulakukan 40 tahun silam.”
Di sini terdapat poin penting dalam perkara dosa yang salah dipahami orang, yaitu kadang-kadang seseorang tidak melihat dampak dosa tersebut secara langsung namun datangnya di kemudian hari walaupun hal itu telah dilupakannya.
BACA JUGA: Doa Adalah Obat
Pelaku dosa tadi lantas mengira bahwa dia tidak terkena dampak dari dosa yang dilakukan sebelumnya. Padahal perkara ini berlangsung sebagaimana yang dikatakan seseorang dalam syairnya:
Andaikan dinding yang runtuh tidak berdebu,
niscaya tidak ada debu yang akan menempel padanya setelah itu.
Subhanallah! Maha suci Allah!
Berapa banyak makhluk yang binasa disebabkan bencana ini?
Berapa banyak niat yang dihilangkannya?
Berapa banyak azab yang didatangkannya?
BACA JUGA: Rasulullah Terangkan tentang Apa yang Terjadi Ketika Seorang Mukmin Meninggal Dunia
Betapa banyak orang yang tertipu dengannya, bahkan dari kalangan ulama dan orang-orang terpandang terlebih lagi dari kalangan orang-orang bodoh?
Orang yang tertipu tersebut tidak menyadari bahwa dosa akan merembet seperti rembetan racun meskipun dirasakan setelah beberapa waktu kemudian.
Sungguh, yang demikian itu ibarat luka parah di atas kekeruhan dan hutan belukar. []
Sumber: Ad daa Wad Dawaa, Macam-macam Penyakit hati yang Membahayakan dan Resep Pengobatannya, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam As-Syafi’i, Cetakan ke-10 November 2016 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

