Setelah sejumlah sahabat menghadang rombongan dagang Quraisy, Rasulullah ﷺ bersama para sahabat pergi menuju Badar. Lalu Beliau turun di mata air Badar yang cukup jauh dari kota Madinah.
Ibnu Ishak berkata: Rasulullah ﷺ mendengar berita kedatangan orang-orang Quraisy. Maka, beliau mengumpulkan para sahabat dan memberitahukan keadaan orang-orang Quraisy untuk menghadang rombongan tersebut.
Kemudian Beliau berkata, “Wahai para sahabat berikan masukan kepadaku!”
Abu Bakar As Siddiq bangkit memberikan pendapat yang bagus.
Lalu Umar Bin Khattab juga memberikan pandangan yang bagus.
BACA JUGA: Hanya untuk Kaum Muhajirin
Setelah itu Miqdad Ibnu Al Aswad Al-Kindi berkata, “Wahai Rasulullah ﷺ lakukan apa yang Allah tunjukkan kepadamu. Kami akan ikut. Demi Allah, kami tidak akan mengatakan kepadamu sebagaimana yang dikatakan Bani Israil pada Musa,
قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَآ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَا ۖفَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَآ اِنَّا هٰهُنَا قٰعِدُوْنَ
Mereka berkata, “Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.” (QS. Al-Maidah ayat 24)
Namun, “pergilah engkau dan Tuhanmu untuk berperang. Kami akan ikut bersamamu. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, andaikan engkau membawa kami ke Barik Al-Ghimad, tentu kami akan tetap menyertaimu sampai tiba di tujuan!”
Rasulullah ﷺ menjawab, “Baik, ” sambil mendoakannya.
Setelah itu Beliau berkata, “Wahai manusia, berikan pandangan kalian! ”
Yang beliau maksud adalah kaum Anshar. Sebab mereka termasuk dalam bagian dan saat berbaiat kepada beliau di Aqabah, mereka berkata, “Wahai Rasulullah ﷺ, kami tidak bertanggung jawab atas keselamatanmu hingga engkau tiba di negeri kami. Jika telah sampai di negeri kami, engkau berada dalam tanggung jawab kami. Kami akan melindungimu sebagaimana kami melindungi anak-anak dan istri kami.”
Rasulullah ﷺ khawatir kaum Anshar hanya memberikan pertolongan bila musuh menyerang Madinah sementara mereka tidak mau berangkat bersama beliau apabila musuh berada di luar Madinah.
Ketika Rasulullah ﷺ menyatakan hal itu, Saad Ibnu Muaz, bangkit berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah ﷺ sepertinya engkau ingin kami bicara!”
“Benar!” jawab beliau.
Saad melanjutkan, “Wahai Rasulullah ﷺ, kami percaya kepadamu. Kami juga bersaksi bahwa ajaranmu benar. Kami juga telah berjanji untuk mendengar dan taat. Karena itu, wahai Rasulullah ﷺ, lakukan apa yang harus kau lakukan. Kami akan terus bersamamu. Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, andaikan engkau menyuruh kami menyelami lautan ini, tentu kami akan menyelam bersamamu, tidak ada seorangpun dari kami yang menolak. Kami senang bila esok engkau berjumpa musuh bersama kami. Kami orang-orang yang sabar dalam berperang dan jujur saat bertemu musuh. Semoga Allah memperlihatkan padamu sikap kami yang membuatmu tenteram. Berangkatlah bersama kami dalam naungan berkah Allah!”
Rasulullah ﷺ gembira dan semangat mendengar perkataan Saad.
Slanjutnya Rasulullah ﷺ bersabda, “Berjalanlah Dan bergembiralah! Allah telah menjanjikan salah satu dari dua kelompok itu kepadaku. Solah-olah aku telah melihat tempat kematian mereka!”
BACA JUGA: Ya Rasulullah, Datanglah ke Majelis Kami!
Saad bin Muadz Rasulullah ﷺ. Ia berkata, “Wahai Nabi Allah, maukah kami buatkan untukmu sebuah bangsa tempat engkau berteduh. Lalu kami siapkan untukmu hewan tunggangan. Biarkan kami yang melawan musuh. Tidak Allah memuliakan kami dengan memberikan kemenangan atas musuh, hal itulah yang kami harapkan. Namun jika tidak, engkau bisa duduk di atas tunggangan sehingga bisa menyusul orang-orang yang berada di belakang kami.
“Wahai Rasulullah ﷺ, terdapat sejumlah orang yang tidak ikut bersamamu. Namun mereka juga sangat mencintaimu. Andai mereka mengetahui bahwa engkau sedang menghadapi peperangan tentu mereka ikut sehingga Allah melindungimu lewat keberadaan mereka.”
Rasulullah ﷺ memuji Saad dan mendoakan kebaikan untuknya. Kemudian dibuatlah semacam bangsal untuk tempat berteduh Rasulullah ﷺ. []
Sumber: Nabi Muhammad di Hati Sahabat, Karya Walid Al Azhami, Penerbit Qalam, Cetakan 2016
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

