Home SirahIsyarat Kepergian Nabi

Isyarat Kepergian Nabi

by Abu Umar
0 comments 87 views

Setiap tahun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beritikaf 10 hari di bulan Ramadhan. Pada tahun terakhir, beliau beritikaf 20 hari. Jibril membacakan Al-Qur’an kepada beliau satu kali setiap tahunnya di bulan Ramadhan, dan dua kali dibacakannya pada tahun terakhir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi menunaikan haji pada tahun kesepuluh hijriyah, beliau bersabda, “Ambillah dariku manasik-manasik kalian. Aku mungkin tidak bertemu kalian lagi setelah tahunku ini.” Itulah sabda Rasulullah yang seakan menjadi isyarat pamitnya Rasulullah di antara pertanda lainnya sebelum beliau wafat.

BACA JUGA:  Beberapa Fakta tentang Nabi

Bersaman pula dengan turunnya ayat, “…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (Al-Maidah Ayat 3).

Di antara isyarat-isyarat kuat lainnya adalah sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata, “Rasulullah berkhutbah, beliau menyampaikan, ‘Sungguh, Allah telah memberi pilihan pada seorang hamba antara dunia dan apa yang ada di sisi-Nya. Lalu si hamba itu memilih apa yang ada di sisi Allah. ‘ Abu Bakar menangis. Kami merasa heran dengan tangisan Abu Bakar padahal Rasulullah hanya mengabarkan tentang seorang hamba yang diberi pilihan. Rupanya, hamba yang diberi pilihan itu adalah Rasulullah, Abu Bakar paling tahu di antara kami.” (HR. Ahmad (III/18).

BACA JUGA: Uzlah Nabi saat Mendekati Usia 40 Tahun

Ummul Mukminin Aisyah meriwayatkan, “Suatu hari Rasulullah pulang dari Baqi’ selepas mengantar jenazah. Beliau mendapatiku tengah sakit kepala, aku mengatakan, ‘Aduh, kepalaku!’ Beliau menyahut, ‘(bukan kamu sakit), tapi akulah yang sakit kepala wahai Aisyah.’ Beliau meneruskan, ‘Apa ruginya bagimu andai kau meninggal dunia lebih dulu sebelumku, lalu aku memandikanmu, menshalatkanmu, dan menguburmu.’ Aku berkata, ‘Demi Allah, aku merasa jika kau melakukan itu, tentu kau pulang ke rumahku lalu kau beristirahat dengan sebagian istrimu (di rumahku).’ Rasulullah pun tersenyum. Sejak saat itu, beliau mulai jatuh sakit yang menyebabkan beliau meninggal dunia.’” []

Sumber: Syaikh Mahmud Al-Mishri. Dzulqa’dah 1437 H. Biografi 35 Shahabiyah Nabi. Jakarta Timur: Ummul Qura.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119