Seseorang kepada Ustman bin Affan, Kenapa Engkau Menangisi Tempat Ini, Wahai Amirul Mukminin?
“Saat teringat surga dan neraka saja, kamu tidak menangis. Namun, mengapa engkau menangis karena kuburan ini?” tanya salah seorang di lokasi itu.
“Saat teringat surga dan neraka saja, kamu tidak menangis. Namun, mengapa engkau menangis karena kuburan ini?” tanya salah seorang di lokasi itu.
“Hei anak muda, engkau berpuasa di hari yang panas sambil menggembala pula?”
MasyaAllah, bayangkanlah Nabi bersabda bahwa ini merupakan hari terburuk dalam hidupnya.
Pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Abdurrahman bin Auf pernah menyedekahkan separuh hartanya. Setelah itu ia bersedekah lagi sebanyak 40.000 dinar.
Suatu hari setelah perang tabuk, kurma yang ditinggalkan para sahabat di Madinah menjadi busuk sehingga harga jualnya jatuh.
ia tenang, lembut dan sangat hangat. Utsman adalah salah satu sahabat terbesar Nabi Muhammad ﷺ.
Rasulullah pun bertanya padanya, “Apakah cukup pemberianku ini padamu yang diambil dari harta milik Allah yang ada pada diriku?”
Isyarat-isyarat dekatnya ajal Rasulullah ﷺ dimulai dengan beliau berilikaf selama dua puluh hari di bulan Ramadhan tahun 10 H
Ummu Aiman pun tersipu malu. Sambil tersenyum dia berujar, “Iya, betul ya Rasul. Betul sekali.”
Sehingga layak diikuti sebagai teladan yang baik. Bersama empat anak lelakinya, dia ikut serta dalam pertempuran al-Qadisiyah.
Akan tetapi ‘Umar wafat sebelum semua harapannya itu ia wujudkan.
Para sahabat yang yang ketika itu berada di dalam masjid kemudian berkata kalau lelaki itu termasuk penghuni surga.