Kematian Abu Thalib
Namun sayang, dia tetap berada pada agama leluhurnya, sehingga sama sekali tidak mendapat keberuntungan.
Namun sayang, dia tetap berada pada agama leluhurnya, sehingga sama sekali tidak mendapat keberuntungan.
Jabir bin Abdillah menuturkan, “Ali memikul pintu di atas punggungnya pada perang Khaibar, sehingga kaum muslimin bisa memanjat, kemudian memasuki benteng Khaibar…
‘Umar tetap teguh pada keyakinannya, “Demi Allah, aku meyakini bahwa orang itu adalah engkau.”
Itu semua mereka lakukan karena mereka sangat menghargai usaha mereka dalam memperjuangkan Islam dan harapan mereka ingin berada dalam keridhoan Allah.
Hal itu membuat laki-laki Badui tersebut terperajat kaget ternyata orang yang disampingnya adalah seorang Amir.
Dia adalah satu dari lima orang yang memeluk Islam setelah dipanggil oleh Abu Bakar akan kebenaran.
Ketika tiba di rumah ayahnya, Fatimah langsung disambut dengan senyuman dan pertanyaan dari Rasulullah. “Hai anakku, ada apa?” tanya Rasulullah.
Setelah mendengar itu, pemuda Anshar bersujud kemudian bergegas menuju tendanya.
Pada saat beliau menyaksikan yang aku lakukan dan melihat darah, beliau bertanya, “Ada apa denganmu, mungkin engkau mengalami haid pertama kali?”
Apabila beliau mendengar kumandang adzan beliau menahan diri dan tidak menyerbunya, apabila tidak mendengar adzan maka beliau menyerangnya.
Setelah masa vakumnya wahyu, Jibril datang kembali kepada Rasulullah ﷺ dengan membawa wahyu.