Nabi Di Gua Hira’
Begitulah Allah mengatur dan mempersiapkan kehidupan Rasulullah untuk mengemban amanat yang besar, mengubah wajah dunia dan meluruskan garis sejarah.
Begitulah Allah mengatur dan mempersiapkan kehidupan Rasulullah untuk mengemban amanat yang besar, mengubah wajah dunia dan meluruskan garis sejarah.
Bahkan untuk menahan dinginnya udara malam pun, Ali tak memiliki sehelai selimut yang tebal. Seorang laki-laki pernah melihatnya berselimut beludru butut.
Suatu hari Abdurrahman menangis sejadi-jadinya. Salah seorang sahabat bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menangis seperti itu wahai Abdurrahman?”
Diriwayatkan dari Nabi, bahwa beliau bersabda, "Aku adalah anak dua orang yang disembelih." Maksudnya adalah Ismail dan Abdullah.
‘Demi yang jiwaku berada di genggaman-Nya. Kalian berada di pihak yang benar, baik kalian hidup maupun mati,’ jawab Nabi.
Mereka berkata, “Seandainya Muhammad masuk ke dalam goa ini, pasti tidak akan ada sarang laba-laba di pintunya.”
Abu Ma’bad berkata, “Pasti orang itu yang sedang dicari-cari oleh orang-orang Quraisy.”
Julukan lainnnya adalah orang yang paling bertakwa. Julukan ini pun diabadikan dalam ayat Al-Quran.
Pertama, karena ia melowongkan waktu untuk menyertai Nabi lebih banyak dari para shahabat lainnya.
Rasulullah menyatakan bahwa Aisyah lebih mulia di banding wanita sejagat raya.
Setelah beliau dilahirkan, ibundanya mengirim utusan ke kakeknya, Abdul Muthalib untuk memberitahukan kepadanya berita gembira kelahiran cucunya tersebut.
Sebelum menemui ajal, Umar sempat diminta, "Berwasiatlah wahai Amirul Mukminin dan tentukan pengganti kekhalifahanmu!"