Harta Itu Diserahkan pada Pemiliknya
Rasulullah menyambutnya dengan sukacita saat sedang berkumpul dengan beberapa shahabat, seraya berseru, "Beruntung perdaganganmu, hai Abu Yahya."
Rasulullah menyambutnya dengan sukacita saat sedang berkumpul dengan beberapa shahabat, seraya berseru, "Beruntung perdaganganmu, hai Abu Yahya."
Di Thaif sama sekali tak ada seorang pun yang mau melindungi dan menolong Rasulullah ﷺ dengan para sahabat.
Sontak para sahabat terkejut. Mereka pun bertanya, “Kenapa kau menangis, wahai Abdurrahman bin Auf?”
Berulang-ulang Umar meminta supaya diambilkan tulisan itu, tetapi Fatimah tidak bersedia mengambilkannya.
Abdullah menukas, “Bukankah Ibnu Abbas termasuk orang shalih dari keluarga besarmu. Ia hanya ingin mengucap salam padamu.”
Berikut adalah lima riwayat dari sahabat Nabi yang menggambarkan keelokan rupanya.
“Kasian sekali Dhamrah ya Rasulullah, bagaimanakah kedudukannya di mata Allah? Apakah ia tergolong kaum Muhajirin, sedangkan hijrahnya belum sempurna?” tanya para sahabat.
Setelah Abu Bakar berlalu, Umar masuk ke tenda terebut. Ternyata di dalamnya ada seorang wanita tua dan buta bersama seorang bayi kecil.
Khunais mengusir Mush’ab dari rumahnya dan menghentikan segala pemberian untuk Mush’ab. Khunais tidak rela hartanya dimakan oleh pengikut Muhammad yang dibencinya.
Nabi berkata, "Berhentilah berbohong terlebih dahulu dan selalu katakan yang sebenarnya."
Qatadah masuk dengan memegangi salah satu bola matanya yang menggelantung keluar. Saat melihatnya, Rasulullah menangis.
Jabir sejenak kebingungan karena selama ini Jabir belum pernah melihat untanya berjalan secepat itu.