Ketika Puasa dan Al-Qur’an Membela Kita di Hari Kiamat
Puasa melatih kesabaran dan pengendalian diri di siang hari. Sedangkan Al-Qur’an menerangi malam dengan bacaan dan tadabbur.
Puasa melatih kesabaran dan pengendalian diri di siang hari. Sedangkan Al-Qur’an menerangi malam dengan bacaan dan tadabbur.
Jika separuh Ramadhan belum kita manfaatkan dengan baik, maka separuh yang tersisa harus lebih baik.
Jangan tunda berbuat baik. Jangan menunggu waktu luang. Gunakan Ramadhan hari ini juga.
Jangan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Jangan merasa mampu beribadah tanpa bantuan Allah. Sikap seperti ini dapat menjerumuskan pada kesombongan yang halus.
Tilawah yang rutin akan melembutkan hati. Menguatkan iman. Menenangkan pikiran. Dan mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Apakah Al-Qur’an sudah menjadi teman harian kita? Ataukah Ramadhan berlalu begitu saja tanpa peningkatan yang berarti?
Hadits ini juga menunjukkan sunnah untuk menyegerakan berbuka sebelum melaksanakan shalat Maghrib, meskipun hanya dengan makanan yang sangat sederhana.
Waktu sahur bukan hanya diisi dengan makan dan minum, tetapi juga sebaiknya dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar.
Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya memohon pertolongan Allah dalam setiap ibadah.
Bahkan, pahala memberi makan orang yang berbuka sama dengan pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.
Inilah bentuk keringanan yang Allah berikan dalam syariat Islam.
Jika seseorang tetap melakukan dosa besar saat berpuasa, maka ia telah mengurangi nilai ibadah puasanya.