Adakah Cara untuk Mengetahui Ibadah Puasa Kita Diterima?
Orang yang benar-benar beriman tidak pernah merasa pasti amalnya diterima. Ia tetap khawatir dan terus memperbaiki diri.
Orang yang benar-benar beriman tidak pernah merasa pasti amalnya diterima. Ia tetap khawatir dan terus memperbaiki diri.
Ramadhan hampir pergi. Sedangkan dosaku masih begitu banyak.
Seorang Muslim yang beri’tikaf hendaknya menjaga ibadahnya dengan baik, menjauhi hal-hal yang dapat membatalkannya, dan memanfaatkan waktu tersebut.
Orang-orang beriman dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam tersebut.
Imam Ibn Rajab rahimahullah menjelaskan bahwa menghidupkan malam Lailatul Qadar tidak harus dengan satu jenis ibadah saja.
Sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin meraih ridha Allah dan pahala yang berlipat ganda.
Syariat ini tidak hanya menjadi pengganti ibadah yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi sarana berbagi dan membantu sesama.
Para ulama juga menjelaskan bahwa lafaz Al-‘Afuww berarti Allah menghapus dosa hingga seakan-akan tidak pernah terjadi.
Bahkan dalam kondisi seperti itu, dikhawatirkan seseorang bisa salah membaca atau mengucapkan sesuatu yang tidak ia sadari.
Cara ini pernah dilakukan oleh sahabat Nabi, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ketika beliau telah lanjut usia dan tidak mampu lagi berpuasa.
Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad ﷺ, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan dalam agama.
Pada hakikatnya, malam tersebut tetap satu malam yang sama, hanya saja perhitungannya berbeda sesuai dengan awal Ramadhan di masing-masing negeri.