Home SirahRumah Tangga Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq yang Penuh Kesederhanaan

Rumah Tangga Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq yang Penuh Kesederhanaan

Kisah tersebut menggambarkan bagaimana Aisyah tidak menjadikan harta sebagai sesuatu yang melekat di hatinya.

by Abu Umar
0 comments 5 views

Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq adalah sosok yang membuat namanya menjadi buah bibir sepanjang sejarah.

Dari rumah yang sederhana, Aisyah memulai hidupnya bersama Rasulullah ﷺ, sebuah kehidupan yang akan senantiasa menjadi fokus pembicaraan sejarah.

Rumah tangga adalah tugas pertama seorang wanita. Di antara tujuan paling besar seorang wanita di dunia ini adalah menjadi istri lalu menjadi ibu. Tidak ada sesuatu pun yang bisa menggantikannya, sekalipun dia meraih harta sepenuh jagat raya, sekalipun menggapai kemuliaan setinggi langit, sekalipun meraih kedudukan dan ilmu yang membuat manusia iri kepadanya.

Semua itu tidak bisa menggantikan rumah tangga dan tidak bisa menghapus kecenderungannya kepadanya. Bagaimana seorang wanita bisa berbahagia saat dia mencampakkan fitrah yang dia diciptakan di atasnya?[^18]

Manakala harta dunia datang melimpah kepada kaum Muslimin, seseorang memberi Aisyah 100 ribu dirham, sementara saat itu dia sedang berpuasa. Aisyah langsung membagi-bagikannya, padahal di rumahnya tidak ada sesuatu pun.

Saat sore tiba, Aisyah berkata kepada pelayannya, “Pelayan, siapkan hidangan berbuka untukku.”

Maka pelayan itu menyiapkan roti dan minyak. Pelayan berkata, “Mengapa engkau tidak menyisakan satu dirham dari apa yang engkau bagi hari ini untuk membeli daging untuk makanan berbuka kita?”

BACA JUGA: Keberkahan untuk Aisyah, Turunnya Ayat Tayamum

Aisyah menjawab, “Jangan menyalahkanku. Seandainya kamu mengingatkanku, niscaya aku melakukannya.”

Dari Tamim bin Salamah, dari Urwah, dia berkata, “Aku melihat Aisyah membagikan 70 ribu dirham, dan dia masih saja menambal kantong jubahnya.”[^20]

Kisah tersebut menggambarkan bagaimana Aisyah tidak menjadikan harta sebagai sesuatu yang melekat di hatinya. Ketika mendapatkan harta, ia segera menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan, sementara kehidupan pribadinya tetap sederhana. []

Sumber: Para Shahabiyat Nabi ﷺ, Kisah Perjuangan, Pengorbanan, dan Keteladanan, Karya: Abdul Hamid as-Suhaibani, Penerbit: Darul Haq, Cetakan 1 1 Muharam  1437 H  

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119