Home KajianApa Itu Ghazwul Fikri?

Apa Itu Ghazwul Fikri?

Jangan sampai kita berhati-hati memilih apa yang masuk ke dalam perut, tetapi tidak berhati-hati memilih apa yang masuk ke dalam pikiran.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Istilah ghazwul fikri mungkin sering kita dengar dalam kajian atau pembahasan tentang tantangan umat Islam. Secara bahasa, ghazwul fikri berarti perang pemikiran (al-ghazwu al-fikri).

Istilah ini merujuk pada upaya memengaruhi cara berpikir, cara pandang, nilai, dan keyakinan seseorang melalui berbagai gagasan, budaya, informasi, atau pemikiran.

Dahulu, peperangan identik dengan senjata. Ada pasukan, medan perang, dan benturan fisik. Namun, di zaman modern, pengaruh terhadap manusia tidak selalu datang melalui senjata.

Ia bisa hadir melalui informasi, hiburan, pendidikan, media, gaya hidup, bahkan sesuatu yang setiap hari kita lihat di layar handphone.

Karena itu, seorang Muslim tidak cukup hanya menjaga tubuhnya dari bahaya. Ia juga perlu menjaga akal, hati, dan cara berpikirnya.

BACA JUGA:  Apa Itu Kisah Ashabul Ukhdud?

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Al-Isra: 36)

Ayat ini mengajarkan pentingnya sikap kritis terhadap apa yang kita dengar dan lihat.

Tidak semua informasi harus dipercaya.

Tidak semua pemikiran harus diterima.

Tidak semua tren harus diikuti.

Tidak semua yang populer berarti benar.

Ghazwul fikri dapat berlangsung ketika seseorang terus-menerus menerima suatu pemikiran tanpa memiliki kemampuan untuk menilai kebenarannya. Sedikit demi sedikit, sesuatu yang awalnya dianggap asing menjadi biasa. Sesuatu yang dahulu dianggap salah mulai dianggap wajar. Bahkan, pada akhirnya seseorang bisa merasa aneh ketika melihat nilai-nilai agama dipraktikkan.

Di sinilah bahayanya.

Perubahan pemikiran tidak selalu terjadi secara tiba-tiba. Sering kali ia berlangsung perlahan. Dimulai dari apa yang dilihat, kemudian didengar, lalu dipikirkan, dibiasakan, dan akhirnya diyakini.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahwa seseorang sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. “Seseorang berada di atas agama teman dekatnya. Maka hendaklah setiap kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Karena itu, Islam tidak mengajarkan kita untuk menutup diri dari dunia. Islam mengajarkan kita untuk memiliki ilmu dan prinsip ketika berhadapan dengan dunia.

Seorang Muslim boleh mempelajari berbagai pemikiran. Boleh membaca berbagai informasi. Boleh menggunakan teknologi. Boleh memahami perkembangan zaman.

Tetapi ia harus memiliki filter iman dan ilmu.

Ketika informasi datang, tanyakan:
Benarkah informasi ini?

Ketika sebuah pemikiran muncul, tanyakan:
Apakah sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah?

Ketika sebuah gaya hidup menjadi tren, tanyakan:
Apakah ini membawa kebaikan atau justru merusak diri?

Inilah pentingnya tsaqafah Islamiyah dan pemahaman agama yang benar.

Jangan sampai kita begitu sibuk menjaga tubuh dari makanan yang haram, tetapi membiarkan pikiran menerima berbagai pemahaman yang merusak tanpa pemeriksaan.

Jangan sampai kita berhati-hati memilih apa yang masuk ke dalam perut, tetapi tidak berhati-hati memilih apa yang masuk ke dalam pikiran.

Ghazwul fikri bukan alasan untuk membenci semua yang datang dari luar.

Sebaliknya, ia menjadi pengingat agar seorang Muslim memiliki iman yang kokoh, ilmu yang benar, kemampuan berpikir kritis, dan prinsip hidup yang jelas.

Sebab, orang yang tidak memiliki prinsip akan mudah mengikuti arus.

Hari ini mengikuti tren.

Besok mengikuti opini.

Lusa mengikuti mayoritas.

Hingga akhirnya ia tidak lagi bertanya, “Apa yang benar?”

Ia hanya bertanya, “Apa yang sedang populer?”

BACA JUGA:  Apa Itu Hadits ash-Shahihain?

Padahal, kebenaran tidak ditentukan oleh banyaknya orang yang mengikutinya.

Maka, jagalah pikiran sebagaimana kita menjaga hati.

Perbanyak ilmu.

Dekat dengan Al-Qur’an.

Pelajari Sunnah Rasulullah ﷺ.

Bersahabat dengan orang-orang saleh.

Dan biasakan diri untuk tidak menerima setiap informasi tanpa tabayun.

Sebab, perang pemikiran hanya akan mudah memenangkan orang yang berhenti berpikir dan berhenti belajar. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119